Mohon tunggu...
Syahrul Chelsky
Syahrul Chelsky Mohon Tunggu... Lainnya - Roman Poetican

90's Sadthetic

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

“Krampus”, Teror di Tengah Natal yang Tidak Lagi Sakral

25 Desember 2020   16:41 Diperbarui: 27 Desember 2020   19:57 762
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Universal Pictures via nypost.com

Sumber: Universal Pictures via https://www.moviehousememories.com/krampus-2015-summary/
Sumber: Universal Pictures via https://www.moviehousememories.com/krampus-2015-summary/
Tidak menghiraukan cerita itu, Howard bermaksud untuk keluar demi mencari anaknya. Namun tidak jauh dari rumah, makhluk-makhluk aneh sudah menunggunya di luar. Howard mengurungkan niatnya.

Ketika Max memeriksa daerah di sekitar rumahnya dengan teropong, ia melihat sosok besar aneh bertanduk yang tengah mengawasi rumahnya. Di waktu yang berdekatan, dua anak Howard lainnya berjalan di bagian loteng rumah untuk ke kamar mandi.

Keduanya diserang oleh sesuatu. Mereka berteriak. Semua orang terkejut dan menuju ke sumber suara.

Sumber: Universal Pictures via https://www.moviehousememories.com/krampus-2015-summary/
Sumber: Universal Pictures via https://www.moviehousememories.com/krampus-2015-summary/
Di tempat itu, mereka melihat anak-anak tersebut dimakan oleh mainan badut yang hidup. Mainan mengerikan itu kabur saat ditembak. Semuanya kembali berduka.

Di atas loteng pertarungan dengan para mainan hidup kembali terjadi. Makhluk-makhluk aneh yang lain kembali bermunculan. Keberuntungan masih memihak mereka sehingga masih bisa bertahan dan kembali berkumpul di ruang bawah. Namun, boneka badut pemangsa itu kembali muncul lewat langit-langit yang jatuh.

Dari luar jendela, makhluk-makhluk asing lainnya menerobos dan siap menyerang. Satu persatu makhluk-makhluk tersebut membawa anggota keluarga mereka. Howard turut menjadi salah satu korban.

Secara aneh, makhluk-makhluk mengerikan itu memilih untuk pergi. Suasana kian menegangkan. Itu adalah tanda-tanda kemunculan Krampus.

Nenek Max mengorbankan diri demi mengulur waktu dan meminta semuanya untuk pergi. Krampus muncul dari cerobong asap. Nenek Max diserang oleh mainan-mainan hidup yang ada di dalam kantong Krampus.

Iblis itu tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai Max dan orangtuanya. Mereka pun gugur satu persatu hingga hanya menyisakan Max seorang diri.

Krampus mendekati Max, ia menjatuhkan lonceng dan catatan yang berisi keluhan Max perihal Natal yang kehilangan maknanya kepada Santa. Setelah itu, ia pergi meninggalkan Max.

Sumber: Universal Pictures via nypost.com
Sumber: Universal Pictures via nypost.com
Max berusaha menyusul Krampus. Sesampainya dihadapan Krampus, Max berteriak dan menyampaikan keinginannya untuk mengembalikan semuanya. Ia melemparkan lonceng yang ditinggalkan Krampus ke atas permukaan tanah bersalju.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun