Mohon tunggu...
Syahiduz Zaman
Syahiduz Zaman Mohon Tunggu... Dosen - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penyuka permainan bahasa, logika dan berpikir lateral, seorang dosen dan peneliti, pemerhati masalah-masalah pendidikan, juga pengamat politik.

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Strategi Mengatasi Polarisasi Politik di Indonesia Pasca-pemilu

27 Februari 2024   21:23 Diperbarui: 29 Februari 2024   07:01 638
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi menjaga persatuan bangsa. (Freepik/jcomp)

Polarisasi politik telah menjadi fenomena global yang memengaruhi banyak negara, termasuk Indonesia. 

Pasca pemilihan umum, tantangan ini semakin nyata, dengan perbedaan pendapat politik yang tajam memisahkan masyarakat menjadi kubu-kubu yang berseberangan. 

Polaritas yang memuncak ini bukan hanya tentang perbedaan dalam memilih pemimpin atau partai politik, tetapi juga mencerminkan perpecahan dalam nilai, identitas, dan persepsi terhadap arah masa depan negara. 

Menghadapi polarisasi semacam ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang akarnya serta strategi komprehensif untuk meredakannya. 

Pendekatan harus melampaui politik praktis untuk menyentuh aspek psikologis, sosial, dan budaya yang berkontribusi pada perpecahan. 

Dalam konteks ini, penting untuk mengeksplorasi bagaimana masyarakat Indonesia dapat memahami dan mengatasi polarisasi politik pasca pemilu, dengan tujuan membangun kembali kesatuan dan memperkuat fondasi demokrasi. 

Ini adalah saat kritis bagi bangsa untuk merenungkan dan mengambil tindakan strategis guna meminimalkan dampak negatif dari polarisasi dan mengarah pada pemulihan serta integrasi sosial politik yang lebih luas.

***

Mengatasi polarisasi politik di masyarakat pasca pemilu di Indonesia memerlukan strategi multi-dimensi yang mencakup pendekatan psikologis, sosial, pendidikan, dan reformasi kebijakan. 

Berikut ini adalah beberapa langkah konkret yang dapat diambil untuk mengurangi polarisasi dan mempromosikan integrasi sosial:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun