Sutomo Paguci
Sutomo Paguci Advokat

Adventurer | Lawyer | Blogger | Contact: sutomo1975@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Lima Alasan Menarik Mengapa Mendaki Gunung Kerinci

9 Juni 2018   15:00 Diperbarui: 9 Juni 2018   18:55 1594 6 2
Lima Alasan Menarik Mengapa Mendaki Gunung Kerinci
Puncak gunung Kerinci dilihat dari danau Gunung Tujuh (Dokumentasi Pribadi)

Ketika Anda tak berhasil menemukan alasan spesifik mengapa mendaki gunung Kerinci, maka tetaplah mendaki. Nanti akan ketemu alasannya.

Penulis sendiri hampir selalu punya alasan untuk mendaki gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Pulau Sumatera, Indonesia. Terkadang alasannya ada-ada saja, tapi umumnya meninggalkan kesan mendalam.

Berhubung sudah relatif sering mendaki gunung ini, kadang tak ada alasan spesifik untuk mendakinya. Ditambah lagi jarak rumah penulis dengan titik awal pendakian relatif dekat, sekitar 5-6 jam perjalanan darat dengan mobil atau motor, jadi mendaki seolah rutinitas olah raga.

Menariknya, setelah berjalan mengikuti jalurnya dan turun kembali, maka alasan mendaki, yang tadinya tidak ada, sekarang telah ditemukan. Berikut beberapa alasan menarik mengapa mendaki gunung ini.

1. Menikmati air terlezat di dunia

Air terlezat di dunia! (Dokpri)
Air terlezat di dunia! (Dokpri)

Di shelter 3 gunung Kerinci, shelter terakhir sebelum para pendaki menuju puncak tertinggi, ada sumber air yang penulis sebut terlezat di dunia.

Untuk mendapatkan air super lezat ini tidaklah mudah. Pendaki harus mendaki hingga Shelter 3. Sesampai di Shelter 3, harus menurun lagi ke lembah curam di sebelah kanan Shelter 3. Total butuh waktu sekitar 30-45 menit turun-naik dari/ke shelter 3.

Kesulitan untuk mendapatkan air ini terbayar lunas setelah meminumnya. Airnya benar-benar lezat! Terasa sangat segar dan memberi sensasi pelepas dahaga dan pengendor otot yang keletihan. Di lidah terasa ringan. Mineralnya kerasa banget.

Selengkapnya...

2. Menikmati musim bunga 

Bunga di shelter 3 (Dokpri)
Bunga di shelter 3 (Dokpri)

Pada penghujung musim hujan dan awal musim kemarau, sekitar bulan April-Juli pada tiap tahunnya, di sekitar Shelter 3 biasanya akan diwarnai parade bunga gunung yang bermekaran dengan ceria.

Pada waktu-waktu tersebut bunga sedang memancarkan kecantikan yang tiada tara, karena cukup mendapat air dan sinar matahari, jadi daun-daunnya hijau berkilat dan bunga-bunganya cantik merekah.

Selain dinikmati langsung dengan mata dari jarak dekat (tentu tak boleh dipetik!), bunga-bunga yang sedang bermekaran tersebut dapat menjadi objek penghias foto lanskap sekitar gunung. Hasilnya, foto lanskap di kejauhan nampak lebih indah dengan penghias bunga yang nampak dekat, misalnya di tepi foto.

Selengkapnya...

3. Opsi gunung

Sampah di shelter 3 (Dokpri)
Sampah di shelter 3 (Dokpri)

Sudah bertahun-tahun gunung Kerinci dalam situasi darurat sampah. Di mana-mana ada sampah: di pintu rimba, sepanjang jalan, di tiap pos, tiap shelter, bahkan hingga ke puncak di ketinggian 3.805 mdpl. Dominan sampah plastik.

Sampah-sampah itu seolah tak ada habis-habisnya. Dan selalu berganti dan bersirkulasi. Saat dibersihkan hari ini, minggu depannya sudah kembali berserakan sampah yang berbeda. Demikian seterusnya.

Kelihatan sekali bahwa membersihkan sampah, melalui apa yang diistilah para pendaki dengan "opsi gunung", bukan solusi tunggal.

Tanpa disertai edukasi terus-menerus melalui berbagai media dan saluran, yang disertai dengan penegakan peraturan, termasuk sanksi yang tegas bagi pendaki yang suka nyampah sembarangan, maka sampah gunung akan selalu ada.

Solusi komprehensif memang perlu. Tapi tindakan sporadis-insidental berupa opsi gunung pada waktu-waktu tertentu tetap berguna. Sekalian dapat dikampanyekan di media sosial agar berdampak lebih luas. Inilah salah satu tujuan mendaki gunung Kerinci yang cukup penting.

Selengkapnya...

4. Mencari formula solotrip

Tenda solo di shelter 3 (Dokpri)
Tenda solo di shelter 3 (Dokpri)
Setelah berkali-kali mendaki gunung ini sendirian akhirnya ditemukan semacam formula yang relatif tidak berubah lagi.

Dengan formula tersebut tidak ada alasan lagi bagi siapapun yang membaca tulisan ini untuk ragu mendaki gunung Kerinci seorang diri. Buang jauh-jauh segala ragu dan gamang.

Gunung Kerinci, yang berada di Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), memang merupakan habitat harimau Sumatera (Panthera tigris sondaica). Tapi itu bukan alasan untuk mengurungkan langkah ke gunung Kerinci. Tipsnya dapat Anda baca di sini.

Selengkapnya...

5. Koleksi Tujuh Puncak

Salah satu dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia (Dokpri)
Salah satu dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia (Dokpri)

Dengan ketinggian 3.805 mdpl, gunung Kerinci menjadi gunung tertinggi di Pulau Sumatera, sekaligus gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara.

Dengan status tersebut, gunung Kerinci menjadi salah satu tujuan wajib bagi pendaki lokal dan mancanegara yang hendak menuntaskan program pendakian The Seven Summits of Indonesia (Tujuh Puncak Tertinggi di Indonesia).

Bagi penulis, yang kebetulan tinggal di Pulau Sumatera, mendaki gunung Kerinci menjadi tujuan pertama dalam reli di sirkuit Tujuh Puncak Tertinggi di Indonesia tersebut, sebelum puncak-puncak lainnya.

Pendakian penulis lakukan seorang diri, benar-benar seorang diri, tanpa pemandu, tanpa porter dan seterusnya. Penghujung tahun 2015 lalu program pendakian Tujuh Puncak Tertinggi di Indonesia penulis mulai dari gunung Kerinci.

Selengkapnya...

SUTOMO PAGUCI