Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Pensiunan, freelance copy writer - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Hindari Gaya Hidup FOMO

13 September 2021   16:02 Diperbarui: 13 September 2021   16:06 115 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hindari Gaya Hidup FOMO
FOMO (sumber: klikdokter.com)

Gaya hidup ini berawal saat berkembangnya media sosial. Banyak anak muda yang selalu takut ketinggalan berita atau issue yang sedang hitz di media sosial. Akibatnya tangan dan mata mereka nyaris tidak pernah lepas dari gawai. Di mana saja, baik di ruang keluarga, di ruang makan maupun makan keluarga di restoran, mereka nyaris tidak pernah lepas dari gawainya. Mereka selalu ingin terupdate berita-berita yang sedang tren di internet. Bila perlu mereka harus mengetahui lebih awal dari teman-teman dalam komunitasnya. Makin cepat, mereka dapat menyebarkan berita, ada perasaan bangga. Apalagi bila berita itu menyangkut public figure atau orang-orang terkenal yang banyak menjadi pembicaraan masyarakat.

Akibatnya, mereka jadi kurang sensitif logikanya, begitu mendapat informasi terkini tanpa disaring terlebih dulu, mereka langsung menyebarkannya. Itulah sebabnya mereka sering secara tidak sengaja menyebarkan informasi hoaks, contoh meninggalnya seorang public figure, seorang public figure yang diberitakan cerai atau pisah, perkelahian antar public figure padahal informasi itu ternyata informasi beberapa tahun silam dan lain-lain.

FOMO atau fear of missing out memang sering dikaitkan dengan kecanduan terhadap media sosial. Perilaku ini ditandai dengan rasa takut atau khawatir berlebihan bila tidak mengetahui berita atau tren terkini. Namun gaya hidup FOMO ini ternyata berkembang tidak sekedar berita saja.

Banyak gaya hidup berlebihan yang ditiru oleh  generasi muda atau mereka yang tidak mau disebut tua, misalnya menggunakan sepeda merek tertentu yang sedang tren, meski harganya sangat mahal, akibat banyaknya permintaan. Berebut membeli sneakers mode terbaru yang sedang menjadi topik pembicaraan, dengan mengorbankan dana cadangan yang harusnya diselamatkan dan tidak sekedar memuaskan gaya hidup belaka.

Restoran yang banyak dibahas para influencer juga ramai-ramai dikunjungi. Yang penting harus menjadi orang nomor satu yang pernah berkunjung pada restoran itu. Masih ingat gerai roti dan gerai minuman boba yang antreannya mengular? Hal ini juga dampak dari FOMO.

Gaya hidup berinvestasi melalui robot trading atau cryptio yang sedang tren karena dianggap menghasilkan cuan. Akibatnya, mereka yang belum stabil keuangannya juga ikut-ikutan terjun karena tergiur cuan yang dijanjikan. Karena keuangan masih terbatas, akibatnya mereka mudah dibujuk oleh pinjol ilegal yang menawarkan pinjaman dengan tanpa persyaratan yang rumit. Mereka yang tadinya bebas hutang, kini jadi terbelit hutang, apalagi bila investasinya jeblok. Ancaman debt collector harus dihadapi.

Sebagai generasi muda, guna terhindar dari FOMO sebaiknya mulai membuat anggaran keuangan. Harus dibuat anggaran yang berimbang antara pengeluaran dan pendapatan. Bila selisih pengeluaran terhadap pendapatan masih minus, sebaiknya mengevaluasi setiap pos pengeluaran. Jangan mengambil dana dari pos dana cadangan bila hanya untuk mengikuti gaya hidup. Bila pengeluaran terhadap pendapatan masih minus, jangan tergoda untuk berinvestasi. Apalagi bila harus berhutang dengan tanpa jaminan dapat melunasi hutang tersebut. Janji-janji cuan, tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk berani berhutang. Ya kalau benar cuan, kalau sebaliknya, hidup Anda akan merana karena bakalan dikejar penagih hutang yang super galak.

Jadi pada masa muda berhati-hatilah dalam mengelola keuangan. Cermati pendapatan aktif sebelum bermimpi mempunyai pendapatan pasif yang banyak didengungkan para pakar keuangan pada seminar-seminar keuangan virtual.

Hindari gaya hidup FOMO bila cara pengelolaan keuangan Anda belum matang. Bersikaplah wajar saja dan jangan terlalu takut bila tidak mampu mengikuti gaya hidup yang sedang tren.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Gayahidup Selengkapnya
Lihat Gayahidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan