Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ada Apa Ganjar Pranowo dan PDIP?

25 Mei 2021   16:46 Diperbarui: 25 Mei 2021   19:43 176 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ada Apa Ganjar Pranowo dan PDIP?
Ibu Mega dan Ganjar (sumber: cnnindonesia.com)

Dunia politik Indonesia gempar, saat Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) pada hari Sabtu 22 Mei 2021 menggelar acara soliditas pemenangan Pemilu di Semarang. Acara yang dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan Bambang Pacul Ketua DPD PDIP Jawa Tengah ini mengundang semua pejabat daerah di Jawa Tengah, termasuk Gibran selaku Walikota Solo yang baru. Ironisnya, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Provinsi Jawa Tengah dua periode yang diusung oleh PDIP dan selaku kader senior PDIP justru tidak diundang. 

Tidak diundangnya Ganjar Pranowo selaku tuan rumah, makin heboh saat sambutan Bambang Pacul menyebutkan bahwa Ganjar sudah dinilai kelewatan, karena dinilai mendahului keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputti. Diketahui, hingga hari ini Ketua Umum PDIP belum memutuskan siapa kader partai yang diamanatkan untuk maju pada Pilpres 2024 mewakili PDIP.

Suara-suara dalam internal PDIP sendiri mensinyalirkan kemungkinan PDIP akan memajukan Puan Maharani sebagai trah biologis Soekarno, meski amanat dari Ketua Umum PDIP masih akan dikeluarkan pada Oktober 2021 mendatang. 

Lalu masyarakat banyak mengaitkan acara yang dihadiri Puan Maharani ini dengan sikap mbalelo Ganjar Pranowo yang dinlai telah mencuri "start" melakukan kampanye untuk kepentingan dirinya sebelum mendapat amanat dari Ketua Umum partai. 

Terlebih adanya sentilan Puan dalam sambutannya yang mengatakan bahwa pimpinan yang sejati adalah pimpinan yang dekat secara real dengan rakyat, dan bukan hanya dekat dengan rakyat melalui sosial media.

Seperti diketahui oleh masyarakat luas, akhir-akhir ini Ganjar Pranowo selaku Gubernur Provinsi Jawa Tengah telah memiliki tim sosial media yang gencar menginformasikan kegiatan yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo. Sehingga dalam laporan beberapa lembaga survei politik independen, elektabilitas Ganjar Pranowo terbukti cukup tinggi. 

Bergantian pada posisi 1-3 dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto yang telah dua kali dikalahkan oleh Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan 2019, dan Anies Baswedan, kini Gubernur Provinsi DKI Jakarta.  Kejutannya, elektabilitas Ganjar Pranowo jauh di atas kader PDIP seperti Puan Maharani maupun Tri Rismaharini (sekarang Menteri Sosial RI) yang justru berada pada urutan bawah dari sisi elektabilitas.

Kembali ke masalah tidak diundangnya Ganjar Pranowo pada acara PDIP di Semarang, Jawa Tengah ini menjadi pertanyaan besar. Apakah Ganjar Pranowo benar-benar dihukum oleh partai karena dinilai telah mencuri "start" atau justru peristiwa ini memang disengaja oleh PDIP untuk makin mengangkat elektabilitas Ganjar Pranowo karena seolah-olah menjadi tokoh yang terzholimi oleh partainya sendiri. Perlu kita ingat bersama, bahwa konsep terzholimi telah terbukti berhasil saat Susilo Bambang Yudhoyono mampu mengalahkan Megawati pada Pilpres 2004.

Dan terbukti dengan tidak diundangnya Ganjar Pranowo pada acara PDIP Sabtu 22 Mei 2021 lalu, nama Ganjar Pranowo langsung mengemuka meski dalam dua versi, positif dan negatif.

Kita baru dapat menjawab pertanyaan di atas setelah Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP mengumumkan siapa capres yang diajukan oleh PDIP. Bila Ganjar Pranowo bensr-benar tidak terpilih itu artinya memang benar Ganjar Pranowo dianggap melanggar peraturan partai, sebaliknya bila Ganjar Pranowo yang dipilih mungkin analisa konsep terzholimi lebih benar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN