Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Pensiunan, freelance copy writer - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menyambung Persahabatan

23 November 2020   22:55 Diperbarui: 23 November 2020   23:06 82 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Persahabatan (sumber: wowleren.com)

Seakrab-akrabnya sebuah persahabatan, karena banyak sebab bisa retak. Untuk itu diperlukan upaya untuk nenyambung kembali persahabatan itu, yang dikenal dengan istilah rekonsiliasi.

Untuk menyambung suatu persahabatan yang sudah terkoyak atau terpisah diperlukan inisiatif kedua belah pihak untuk mau saling bertemu.

Diperlukan banyak upaya sebelum pertemuan terjadi, minimal adanya semangat kerendahan hati untuk melupakan sebab-sebab pertikaian.

Bila persahabatan yang terkotak dapat disambung lagi, pasti akan memberikan kegembiraan pada kedua belah pihak. Pertemuan antara dua sahabat yang sudah cukup lama tidak saling berkomunikasi akibat konflik, bila dapat berdamai kembali pasti akan membuat kegembiraan yang tak terkira pada kedua belah pihak.

Inisiatif untuk saling bertemu dapat terjadi berdasar tiga karakteristik, yaitu sikap mendengar dan menunggu dan adanya perhatian.

Sebelum pertemuan pada sebuah rekonsiliasi yang terpenting harus dapat berdamai dengan dirinya sendiri. Sikap mendengar dan menunggu adalah kunci ketenangan pada diri senfiri dan pada lawan bicara agar tidak menimbulkan ungkapan yang berapi-api yang dapat menyulut kembali permusuhan.

Untuk menyelesaikan suatu konflik, segera lakukan inisiatif untuk melakukan pertemuan rekonsiluasi. Dengan semangat rekonsiliasi dalam diri Anda, maka Anda akan mampu mengeluarkan inisiatif  untuk bertemu guna menyelesaikan konflik. 

Yang terpenting buang jauh-jauh perasaan keakuan atau egoistis agar pertemuan dapat berlangsung dalam suasana tenang sehingga perdamaian segera tercipta.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan