Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Berburu Kuliner "Food Street" di Kelapa Gading

15 Maret 2019   07:06 Diperbarui: 15 Maret 2019   08:03 0 2 1 Mohon Tunggu...
Berburu Kuliner "Food Street" di Kelapa Gading
Kopi Johny yang hits (sumber: Wisata Kreatif Jakarta)


Bila Kemang identik dengan cafe-cafe dengan tematik kuliner Western, atau Pantai Indah Kapuk (PIK) yang dikenal sebagai "test on the water" para pengusaha rumah makan yang ingin masuk kota Jakarta. Maka Kelapa Gading lebih dikenal kehebohan food street-nya.
Wisata Kreatif Jakarta yang fokus pada wisata jalan kaki kali ini mengangkat kawasan Kelapa Gading sebagai salah satu tujuan wisata. Menawarkan dengan tajuk yang cukup bombastis "Jelajah Mini Singapore-nya Jakarta".
Setelah sukses dengan program wisata Chinatown di Glodok, Arab di kawasan Jalan Raden Saleh Cikini, India di Pasar Baru dan Portugis di Kampung Tugu, baru-baru ini meluncurkan program baru kawasan Kelapa Gading sebagai Mini Singapore. 
Kelapa Gading
Kawasan Kelapa Gading sudah sangat kondang sebagai Pusat Kuliner dan Belanja dan ada yang menjuluki sebagai Mini Singapore-nya Jakarta. Bedanya, hanya di Kelapa Gading belum ada trotoar luas untuk berjalan para pejalan kaki sepanjang Orchard Road.
Kelapa Gading juga dikenal sebagai Kepala Naga bagi kota Jakarta, yang dianggap membawa keberuntungan. Meski sempat beberapa kali mengalami musibah banjir, namun kawasan ini tetap saja diminati, sehingga harga properti tidak pernah turun.
Dalam program Jelajah Kelapa Gading, peserta akan diajak mengeksplor ragam kuliner yang unik di mulai dari Bakmi Jempol legendaris Kelapa Gading. Baru berangkat sudah langsung makan, jadi, kosongkan perut Anda sebelum mengikuti program wisata ini. 
Bakmi Jempol sangat terkenal dengan mie ayam-nya, yang disajikan bersama bakso atau pangsit. Bakmi Jempol ini pertama kali buka pada tahun 1990-an dan uniknya selalu buka pagi untuk menyediakan pelanggan yang berminat sarapan bakmi. Setelah puas menikmati semangkok bakmi, perjalanan dilanjutkan ke Kedai Kopi Johny yang saat ini sedang menjadi pembicaraan dimana-mana, gara-gara Hotman Paris sering nongkrong disitu bersama teman-teman artisnya. 

Semangkok Mie Jempol (sumber: Wisata Kreatif Jakarta)
Semangkok Mie Jempol (sumber: Wisata Kreatif Jakarta)
Bila Anda sedang beruntung, saat mengunjungi Kedai Kopi Johny, dapat berkenalan dengan artis, berselfie ria, bahkan kopinya dibuatkan oleh sang artis. Selain minum kopi, disini Anda dapat menikmati bakpao yang enak dan halal.
Sedikit jeda makan minum, peserta diajak melihat infrastruktur kereta LRT (Light Rapid Transport) yang sebentar lagi akan beroperasi. Jadi, selain MRT (Mass Rapid Transportation) yang melayani transportasi dari Lebak Bulus hingga Hotel Indonesia, kemacetan kota Jakarta akan sedikit diobati dengan beroperasinya LRT.
Martabak Eksperimen
Kalau Gibran, putera pertama Presiden Joko Widodo berkiprah dengan martabak Markobar, maka di Kelapa Gading dapat mencoba martabak kekinian yang penuh eksperimen. Nama mereknya OTW Food Street.
Bila martabak konvensional hanya terbagi tiga, yang dikenal sebagai martabak asin Tegal (asal dari India), martabak manis Bangka kadang disebut martabak terang bulan, dan martabak tipis kering Bandung. Setelah era Markobar, martabak manis berevolusi dengan tambahan topping baru, menggilas topping konvensional kacang, coklat dan keju dengan topping baru seperti oreo, coklat ovomaltine, toblerone, nutella atau red velvet.
OTW memiliki martabak manis andalan yang disebut Carouselle dengan delapan topping berbeda. Tiap dua bulan sekali topping diganti dengan tujuan menciptakan keunikan rasa serta mendapatkan warna yang lebih instagramable.  Karena menurut pengalaman pemiliknya, pelanggan sekarang hampir selalu memotret makanan yang disajikan, sebelum disantap. Kadang dimunculkan menu baru dengan tematik, seperti saat demam Star War, Halloween dan lain-lain.
OTW yang juga telah memiliki banyak cabang seperti di Meruya, Depok, Tangerang, BSD, Surabaya, dan Malang ini juga memiliki menu unik, martabak yang renyah di luar, tetapi didalamnya asin dan pedas, dan uniknya terbuat dari ramen Korea Samyang, mie instan ala Korea. Selain martabak, masih ada menu pilihan lain seperti Kebab Mozarella dan Burger Hitam.

Museum Rekor Indonesia (sumber: Wisata Kreatif Indonesia)
Museum Rekor Indonesia (sumber: Wisata Kreatif Indonesia)

Setelah kenyang menyantap martabak kekinian dan puas berswafoto, peserta diajak mengunjungi Museum Rekor Indonesia (MURI) yang mendokumentasikan berbagai aksi hebat orang Indonesia. Dan bila Anda masih menyisakan rongga di perut Anda, wisata jalan kaki ini diakhiri di Jelajah Go Food Festival.
Jelajah Go Food Festival adalah festival kuliner yang dirancang oleh PT GoJek Indonesia, berawal di Pasar Blok M, Gelora Bung Karno Senayan dan kini di Kelapa Gading. Festival kuliner ini mengkurasi pengusaha kuliner tergolong UMKM yang unik, enak tetapi belum ada di mall-mall. 
Bila Anda ingin menikmati kuliner disini, jangan pernah ketinggalan smartphone karena semua transaksi harus dibayar non tunai dengan menggunakan aplikasi GoPay. Banyak diskon berupa cashback dimana-mana dari mulai pembukaan akun GoPay, top-up hingga saat transaksi kuliner.  

Food Festival (sumber: Wisata Kreatif Jakarta)
Food Festival (sumber: Wisata Kreatif Jakarta)

Kelapa Gading memang tidak sekedar food street, rumah makan mahalpun tersedia. Namun paling tidak bila Anda mampir ke Kelapa Gading, coba cicipi beberapa menu kuliner food street, yang ditanggung akan membuat Anda selalu ingin kembali ke Kelapa Gading. Memang benar peribahasa, bahwa cinta datangnya dari perut.