Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Wisata Makam: Dari Mausoleum hingga Makam Yahudi

22 Mei 2017   11:49 Diperbarui: 22 Mei 2017   12:08 2683
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ketika saya menginjakkan kaki di New Orleans, Amerika Serikat, saya menemukan brosur wisata makam (Cemetery Tour). Di sana terdapat makam bergaya art deco yang sangat indah, sehingga tidak menimbulkan kesan seram.

Tidak perlu jauh-jauh ke New Orleans, ternyata kota Jakarta juga memiliki beberapa makam yang eksotis dan rapi. Sebut saja, makam Belanda di Ancol, makam Belanda di Menteng Pulo dan Museum Taman Prasasti. Ternyata masih ada satu makam tersembunyi yang masih berupa Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Petamburan, Jakarta Pusat. Letaknya sekitar 200 meter di depan Hotel Santika Premierre, Jalan Aipda KS Tubun No.1, Jakarta Pusat.

Jakarta Food Traveler bersama komunitas Love Our Heritage yang dipimpin Adjie Hadipriawan, telah menyelenggarakan wisata makam ke TPU Petamburan. Sebagai ikon TPU Petamburan adalah sebuah mausoleum yang menggambarkan cinta seorang isteri (Liem Sha Nio) kepada suaminya (Khouw Oen Giok 1874-1927). Mausoleum sendiri memiliki arti sebuah pelindung makam yang mewah. Sebut saja beberapa mausoleum terindah di dunia, Taj Mahal di Agra, India dan Lenin di Moskow.

Mausoleum OG Khouw

Mausoleum OG Khouw ini dibangun pada tahun 1932, dengan arsitektur bergaya Eropa dengan ketinggian sekitar 15 meter dari bunker hingga kubah. Hasil rancangan aritektur G. Racina dan dibangun oleh biro jasa arsitek Ai Marmi Italiani dengan marmer hitam dan patung indah yang diimpor dari Italia yang menghabiskan biaya f .200.000-500.000 (setara USD 250.000). Di bagian atas terdapat prasasti yang terpahat nama OG Khouw dan isterinya Liem Sha Nio, yang dikawal bidadari pelindung (guardian angel). Sementara abu jenasah OG Khouw yang wafat pada 1927 di Ragaz, Switzerland dan isterinya tersimpan di dalam bunker bersama benda-benda kesayangan mereka. Mausoleum ini dikelilingi pagar segi empat, yang tiap sisinya terdapat patung yang menggambarkan siklus kehidupan manusia: anak-anak, remaja, dewasa dan masa tua.

Prasasti Mausoleum (Dokpri)
Prasasti Mausoleum (Dokpri)
Patung Anak yang indah (Dokpri)
Patung Anak yang indah (Dokpri)
Pada bagian luar bunker terdapat tulisan "Rust in vrede" yang artinya beristirahatlah dalam damai. Pintu gerbang bunker yang asli sudah hilang dicuri orang, dan kini diganti dengan pintu gerbang baru guna mencegah mausoleum ini menjadi tempat berbuat asusila. Masuk ke dalam, terlihat dua krans bunga dalam pahatan batu, dan di bagian depan terdapat pahatan foto OG Khouw dan isterinya.

Tanggan menuju bunker (Dokpri)
Tanggan menuju bunker (Dokpri)
Bunker (Dokpri)
Bunker (Dokpri)
Patung wajah OG Khouw (Dokpri)
Patung wajah OG Khouw (Dokpri)
Mengenai OG Khouw sendiri adalah seorang Tionghoa dari keluarga kaya, cicit dari Khouw Tjoen hartawan abad 18, kakeknya Khouw Tian Sek adalah tuan tanah, ayahnya Khouw Tjeng Kie adalah bangsawan dan Luitenant der Chinezen. OG Khouw mengelola perkebunan tebu yang luas di Tambun dan memiliki bisnis perdagangan yang membuatnya sering berada di Eropa. Bersikap dermawan karena pernah menyumbangkan rumahnya di kawasan Pinangsia untuk menjadi sekolah warga Tionghoa dengan bahasa pengantar bahasa Belanda.

Sebenarnya dibagian atas terdapat marmer berbentuk bunga, yang kini tergeletak di luar gudang. Satu bunga jatuh dan hampir mencelakai penjaga makam, sedangkan yang satu lagi sempat dicuri orang, namun esok harinya sudah dikembalikan lagi karena ada kekuatan gaib yang membuat pencuri tidak tahan.

Mausoleum OG Khouw ini terawat setelah Love Our Heritage melihatnya pada Desember 2009 dan memutuskan untuk melakukan bakti royong tiap bulan. Kegiatan yang dilakukan membersihkan bagian prasasti dan bunker, namun belum ada biaya untuk membersihkan bagian atas kubah.

Mausoleum OG Khouw diperbolehkan digunakan untuk lokasi peluncuran buku, demo masak maupun memotret model. Mengingat mausoleum ini memiliki sejarah dan tergolong termahal di Asia Tenggara, sebaiknya pemprov DKI Jakarta berkenan menetapkan statusnya sebagai cagar budaya, agar mausoleum indah ini tidak hilang sia-sia dimakan waktu.

Makam Lainnya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun