Mohon tunggu...
Suryono
Suryono Mohon Tunggu... Wiraswasta - Terus melakukan perbaikan.

Owner kaos dakwah brand @KaosBapakSholeh, kaos exclusive yang hanya dibuat 313 kaos / desain / warnanya..

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Wisata Halal di Jogja, Kebutuhan atau Untung Rugi Semata?

24 Agustus 2018   14:54 Diperbarui: 25 Agustus 2018   08:40 738 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Wisata Halal di Jogja, Kebutuhan atau Untung Rugi Semata?
Ilustrasi hotel di Jogja

Jika kita bicara soal dunia wisata di Indonesia, maka nama-nama seperti Jogja, Bali, Lombok seakan tak bisa luput dari telinga kita. Tiga tempat tersebut seolah menjadi big three dari dunia pariwisata di Indonesia. Meskipun sekarang ada banyak destinasi menarik seperti pulau Derawan, Labuan Bajo dan Raja Ampat. Kami pada kesempatan kali ini tertarik untuk membahas dunia wisata di Jogja, serta kaitannya dengan wisata halal.

Wisata halal menjadi hal yang sexy untuk dibahas karena banyak ahli marketing yang memprediksi adanya halal booming pada tahun 2020. Salah satu indikator mudah dalam menilai hal tersebut adalah mulai maraknya brand syariah dalam berbagai lini kehidupan. Mulai dari makanan, bank, kosmetik bahkan hingga ide akan negara yang menjalankan syariah.

Yogyakarta sendiri sebagai salah satu destinasi wisata yang ternama di Indonesia juga menjadi salah satu tempat yang terimbas oleh demam syariah tersebut. Saat ini kita bisa menjumpai lebih banyak hotel berkonsep syariah dibanding 5 tahun yang lalu. Meskipun tidak dipungkiri jumlahnya masih belum seberapa dibandingkan dengan hotel biasa. Itu salah satu tanda bahwa demam pariwisata halal mulai menjangkiti daerah istimewa ini. Ini juga yang ditangkap oleh banyak jasa travel wisata di Jogja dengan menyuguhkan paket wisata halal.

Paradigma Untung Rugi

Tak bisa dipungkiri, saat ini banyak masyarakat yang menjadikan parameter keuntungan materi sebagai standar kebahagiaan yang ingin dicari. Hal ini tak lepas dari kehidupan di dunia maya dan nyata yang berseliweran tawaran kesenangan materi. Maka hal ini menjadi tujuan dari masyarakat, mulai dari pemangku kebijakan hingga pengusaha. Saat mereka ingin melakukan perbuatan yang berkaitan dengan wisata Jogja, standar untung rugi menjadi penentu yang dominan.

Salah satu yang cukup sering kita lihat di Jogja adalah adanya penolakan di beberapa tempat akan pembangunan hotel maupun apartemen. Pihak developer berupaya sekuat tenaga agar tetap bisa dibangun karena adanya proyeksi keuntungan yang akan didapatkan. Pun dari pihak  warga ada oknum yang tergiur dengan materi hingga bisa menjadi pendukung proyek tersebut di tengah gelombang penolakan dari warga lain.

Dalam mengkonsep wisata halal pun kami kira demikian. Saat potensi pariwisata halal dianggap sebagai sesuatu yang menjanjikan. Pemangku kebijakan serta pengusaha akan melakukan investasi yang berdasarkan untung rugi. Tentu dalam bisnis ini adalah hal yang wajar. Namun hemat kami alasan untung rugi adalah hal yang amat rapuh. Karena nanti jika ternyata mendapatkan kerugian, dengan mudah idealisme wisata halal di Jogja akan hilang.

Wisata Halal Sebagai Kebutuhan

Yogyakarta memang bukan provinsi yang 100% penduduknya beragama Islam. Namun mayoritas penduduk Jogja dan wisatawan lokal yang datang di provinsi ini adalah muslim. Dimana setiap muslim wajib terikat dengan aturan Islam dimanapun mereka berada. Termasuk juga saat berwisata di Jogja. Maka menurut hemat kami, konsep wisata halal di Jogja harusnya menjadi kebutuhan dari pemerintah daerah dan pengusaha. Keuntungan materi adalah nomor yang kesekian setelah niat mulia untuk memberikan layanan wisata yang baik kepada wisatawan.

Tentu bisa dimulai dari hal yang kecil seperti memberikan label halal pada setiap masakan di restoran atau hotel berbintang, menyediakan lokasi ibadah umat Islam di berbagai tempat wisata yang memadai hingga konsep sewa bus Jogja yang halal. Yang kami maksud bukan busnya yang halal, melainkan mekanisme aqad transaksi yang sejalan dengan prinsip syariah. Hal ini tentu akan menentramkan wisatawan maupun warga jogja menurut hemat kami.

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan