Mohon tunggu...
Suryono
Suryono Mohon Tunggu... Terus melakukan perbaikan.

Owner kaos dakwah brand @KaosBapakSholeh, kaos exclusive yang hanya dibuat 313 kaos / desain / warnanya..

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Mapala dan Potensi Peran Mereka dalam Dunia Wisata Indonesia

12 Februari 2018   02:37 Diperbarui: 12 Februari 2018   08:34 1123 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mapala dan Potensi Peran Mereka dalam Dunia Wisata Indonesia
Pantai Pink di Lombok, sumber ig @2bagpacks1map

Mahasiswa Pecinta Alam, jujur jika mendengar frase tersebut akan banyak orang yang mempunyai stereotype negatif terhadap mereka.

Hal tersebut wajar dikarenakan kurangnya akses informasi yang fair akan keberadaan mereka serta beberapa kejadian kecil yang mengakibatkan citra mapala menjadi negatif. Salah satu yang sempat membuat kegaduhan level nasional adalah meninggalkan mahasiswa Universitas Islam Indonesia saat mereka melakukan pendidikan dasar (diksar).

Namun, sebelum itupun image orang akan mapala juga sudah negatif. Cap bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak bisa diatur dan nilai akademis pas-pasan disematkan dengan gegabah menurut kami.

Memang benar, ada orang yang seperti itu di berbagai mapala di Indonesia, namun ada juga anggota mapala yang lulus tepat waktu dengan nilai yang memuaskan. Ada pula anggota mapala yang sholeh, bahkan ikut menjadi orang yang berusaha menerapkan hukum-hukum syariat di Indonesia. Jadi, menurut kami harus dilihat kasus per kasus pada setiap person. Terlepas akan kontroversi tersebut, sebetulnya mapala memiliki potensi untuk memajukan dunia wisata di Indonesia.

Pertama, anggota mapala memiliki kemampuan untuk melakukan riset wisata adventure di Indonesia. Mereka terlatih untuk melakukan perjalanan di gunung maupun menyusuri pantai. Mereka juga memiliki kemampuan survival yang bagus, meski tidak se-advance militer tentunya.

Setiap mapala di Indonesia bisa melakukan pembukaan jalur naik gunung yang baru. Bisa pula mencari pantai-pantai yang masih tersembunyi untuk kemudian dipopulerkan lewat media sosial. Konon pantai Pink di Lombok dipopulerkan oleh mapala juga. Beberapa obyek wisata di Jogja sudah lebih dahulu menjadi area bermain mapala sebelum akhirnya viral di dunia maya.

Kedua, anggota Mapala mampu diperbantukan untuk melakukan rescue ditempat wisata. Meski sudah memiliki tim SAR di setiap daerah.

Namun seringkali tetap membutuhkan tambahan personel dalam melakukan misi penyelamatan atau pencarian. Semisal adanya wisatawan yang hilang di sebuah gunung. Anggota SAR ditempat tersebut biasanya terbatas dan Mapala bisa dimintai bantuan untuk hal tersebut. Rasa kemanusiaan yang membuat mereka ringan kaki melangkah.

Ketiga, mengelola tempat wisata adventure. Anggota mapala juga bisa membantu mengelola wisata adventure di banyak tempat. Misalnya mereka bisa membantu mengelola wisata arung jeram karena saat pendidikan dasar mereka diajari akan hal tersebut. Atau mengelola tempat outbound yang membutuhkan ketrampilan menggunakan alat pengaman seperti di wahana flying fox dan yang semisal.

Jadi terlepas akan kontroversi yang pernah terjadi dalam dunia per-mapalaan di Indonesia. Potensi mereka amat luar biasa. Pemilik tempat wisata, jasa paket wisata di Lombok, paket wisata Jogja, paket wisata Bali, rektorat, Pemda dan yang lainnya bisa menangkap potensi akan hal ini.

Kami sadar bahwa setiap orang bukannya orang yang suci, bisa melakukan kesalahan. Maka baiknya kita fokus menatap kedepan, tidak elok mengungkit kesalahan yang dilakukan oleh oknum mapala dahulul kala. Berikan edukasi, tingkatkan kompetensi dimana nanti merekalah yang akan mengisi tempat-tempat yang membutuhkan ketrampilan tertentu seperti yang mapala miliki. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x