Mohon tunggu...
Suradin
Suradin Mohon Tunggu... Duta Besar - Penulis Dompu Selatan

Terus Menjadi Pembelajar

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Belajar Memburu Informasi, Bukan Memburu Sang Putri Raja

20 Oktober 2020   20:43 Diperbarui: 20 Oktober 2020   20:47 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

SUATU hari seorang kawan berpesan. Kalau saya nanti memilih jalan menjadi seorang jurnalis, pasti akan  menemukan kawan dalam setiap momen. Selain itu, menurutnya, saya juga harus berhati-hati, sebab ada pula pihak yang nantinya akan memusuhi. 

Sebab seorang pewarta berita akan dibenci bahkan di musuhi jika ada yang diwartakan menyinggung kepentingan orang. Walaupun tulisan itu seratus porsen mengandung kebenaran. Waktu itu saya hanya mengangguk. 

Dalam benak saya, tidak ada pilihan yang tidak mengandung resiko apa pun. Peringatan dini yang diungkapkan seorang kawan itu, memang benar-benar saya alami. 

Suatu hari, karena sebuah tulisan, saya pernah di laporkan ke pihak yang berwajib, walaupun persoalan itu akhirnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Apakah saya kapok? Tentu tidak. 

Saya terus belajar untuk mengasah kemampuan saya menulis. Walaupun sampai saat ini, tulisan saya masih 'urak-urakkan'. Tapi saya tidak berhenti  mencoba dan terus belajar untuk menelurkan tulisan yang renyah untuk dibaca oleh semua kalangan.

Dokpri
Dokpri
Saya sendiri bukan jurnalis sekaliber Najwa Sihab atau Karni Ilyas. Saya memilih menulis, hanya menyalurkan  hobi saja. Dalam merangkai kata pun, saya masih dianggap amatiran. 

Menurut saya, jika orang menyukai apa yang saya tulis, alhamdulillah. Jika pun tidak, juga nggak apa-apa. Bahkan  beberapa tulisan yang saya publikasi bahkan tidak dilirik sama sekali oleh pembaca. Saya pun nggak pernah merasa resah apa lagi mengutuk netizen.

Bagi saya, menulis adalah jalan pembebasan untuk membumikan apa yang terbenam dalam benak. Dengan menulis, saya bisa melepaskan sesuatu yang mengendap dalam hati dan pikiran. Saya melepaskan itu dengan kata-kata yang saya tulis. 

Melepasnya dengan menulis, pikiran saya bisa menjadi tenang dan terrefres kembali. Bahkan  dengan menulis, saya merasakan kepuasan ketika semua uneg-uneg bisa saya salurkan dengan rangkaian kalimat. Walaupun tulisan itu, kadang tidak tersusun rapi. Terkecuali saya menulis reportase, sebisa mungkin saya mematuhi rumus pemberitaan.

Belakangan, perlahan saya mulai menyadari apa yang pernah diungkapkan oleh seorang kawan. Lewat kegiatan menulis, saya mulai mengenal banyak orang. Juga dikenal orang. Mulai dari kelas pejabat sampai kelas nelayan. 

Saya mulai menikmati perkenalan saya dengan beberapa orang belakangan ini. Saya murni ingin bersahabat tanpa ada embel-embel apa pun. Bagi saya, jika ini bisa menguatkan persahabatan dengan siapa pun, dimana pun dan kapan pun, kenapa ini tidak di seriusi saja. 

Hanya saja saya tidak ingin terlalu banyak di atur. Pasalnya, seperti yang saya kemukakan di atas, bahwa jalan menulis adalah jalan pembebasan. Saya ingin menulis topik apa pun yang saya senangi, tanpa mau disetir atau diarahkan oleh siapa pun.

Dokpri
Dokpri
Satu hal lagi yang saya amin kan ungkapan kawan itu. Jika saya memilih jalan memburu informasi untuk diwartakan, maka saya harus lebih sering membaca.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun