hamzah farihin
hamzah farihin pelajar/mahasiswa

masih mahasiswa semester akhir di salah satu universitas negeri

Selanjutnya

Tutup

Humaniora headline featured

Perjalanan Orang-orang yang Terbius Pidato Obama

11 November 2010   12:27 Diperbarui: 19 Januari 2017   10:47 883 1 0
Perjalanan Orang-orang yang Terbius Pidato Obama
OBAMA BERTEMU SBY DI ISTANA MERDEKA

Menjelang kedatangan orang nomor satu di Amerika itu, tentunya banyak fans berat tak terkecuali di Indonesia yang pernah menimba ilmu di SD Asisi menteng selama tiga tahun, walaupun kedatangannya, ada menyambutnya dengan demo dan sambutan hangat.

Begitupun saya yang hawer-hawermenyukai terutama pidatonya yang membuat terhibur dan terbius. Bayangkan saja semenjak kepastiannya akan datang ke Indonesia, saya bela-belain datang ke International Office di kampus yang menjadi panitia peserta pidato obama di Balairung Universitas Indonesia guna mendaftar. Karena jika tidak, maka tak boleh datang begitu saja, akan tetapi harus terdaftar di kedutaan besar Amerika.

Ya sudahlah, seperti lagunya Bondan ft Fade2Black ikutin kemauannya, demi menghadiri pidato Barack Obama, jauh-jauh hari mendaftar minggu sebelumnya, hingga akhirnya sehari sebelum pidato, saya di sms panitia kalau mau ikut harus daftar ulang, saya ikutin. Dan ternyata peserta yang ikut harus datang ketempat kumpul pemberangkatan pukul 5.00 tepat waktu. Karena saya menginginkan menghadiri pidatonya Obama akhirnya semalam sebelum hari H, saya sudah mempersiapkan mulai dari pakaian dan tidur lebih awal supaya tidak telat, karena kalau telat ya sudahlah hapus sudah melihat Obama dari jarak dekat.

Alhamdulillahsaya bangun lebih awal, bisa sholat subuh berjamaah yang biasanya telat ada hikmahnya juga, dan selesai melakukan ibadah langsung berangkat menunggangi motor sekitar pukul 4.30 pagi. Ternyata sesampainya di tempat berkumpulnya peserta belum ada yang datang satupun, padahal pagi itu jam menunjukkan pukul 4.52 di handpone saya. Ya sudah saya makan nasi dulu buat mengganjal perut takut tak dapat makanan. Selesai makanpun baru ada beberapa orang yang datang, memang jam Indonesia ngaret, tak komitmen seperti yang dijanjikan.

Saat itu baru ada beberapa orang saja, dan pintu kampus pun belum buka, peserta hampir kumpul semua sekitar pukul 5.45 dan tak lama kemudian kami rombong mahasiswa berangkat dengan menggunakan bis Blue Star yang didatangkan dari kedubes Amerika dan hmpir semua jok terisi.

Selama diperjalanan saya lihat peserta ada yang bercanda, ketawa, dan curhat-curhatan dan ada juga yang hanya mendengarkan music yang diputar oleh driver dengan lagu- lagu lawasnya dan dangdutan. Apalagi jelang sesampainya di pintu masuk kampus UI, lagu dangdutan semakin membahana dan sambil diteriakin oleh penumpang bus karena kurang pasyang mendengarkannya mahasiswa dengan lagu dangdutan. Tapi ya sudahlah dengarkan saja apa-apa yang diputar oleh driver dengan menerima saja untuk didengarkan.

Lima kilo meter dari lingkungn kampus UI disepanjang jalan banyak sniper-sniper jitu yang berjaga-jaga di pinggir jalan. Takut ada orang berbuat sesuatu selama berjalannya pidato Obama.

Memasuki pintu masuk kampus UI, ternyata sangat ketat mulai dari panitia masuk ke bus guna melihat barang-barang yang dibawa takut ada yang mencurigakan sampai mobil bus sendiri di screening oleh dua mobil khusus guna melihat bus serta peserta di dalam mobil.

Setelah turun dari mobil kami pun bergegas masuk ke halaman dekat Auditorium tempat dimana pidato Obama berlangsung. Kedatanga kami saat itu sekitar pukul 07.00. namun saat memasuki tahap pemeriksaan dibuatkan khusus peserta masuk ruangan. Yang disampingnya ada besi seperti pagar yang ditutupi dengan kelambu hitam.

Mulai itulah, kami dan peseta lainnya kesal, karena untuk jalan masuk sampai Auditorium seandainya lancar dibutuhkan waktu hanya tiga menit, akan tetapi saat itu, minta ampun untuk jalan satu meterpun memerlukan waktu sekitar lima sampai tujuh menit, hal ini terkait pemeriksaan yang banyak tahapannya dan juga peserta yang bejibun datang dari berbagai kalangan. Memang kami masuk bukan dari ruang VVIP. Tapi kan tak seperti itulah sampai menunggu hampir dua jam, padahal jarak yang ditempuh dekat banget, tapi itulah Amerika.

Hal ini dikarenakan tim Security Service Amerika (SSA) yang memeriksa begitu ketat memasuki screening tersebut. Bahkan saya, ketika tiket tidak kelihatan oleh tim SSA dan tim Paspampres dipertanyakan sampai dua kali. karena memang saya membawa tiket akhirnya lancar terus sampai masuk ruang Auditorium.

Tapi sebelum memasuki ruangan, saya kebelet pipis, pihak panitia sudah menyedian wc berjalan, namun saat saya masuk toilet tersebut beuh, sudah bau berceceran pula ada bekas kotoran manusia. Ternyata segitunya, kalau tidak mampu menyiapkan fasilitas yang memadai dan terburu-buru.

Sesampainya di dalam ruangan, saya mencari tempat duduk yang enak dan nyaman serta kelihatan dari dekat saat Obama berpidato. Setelah mencari keman-mana akhirnya dapat juga duduk di samping kanan pojok, saat Obama memasuki ruangan walaupun terhalang tiang yang cukup besar yang membuat obama tak kelihatan saat berpidato Obama seandainya duduk manis.

Tak berselang lama saya menghela nafas guna istirahat sebentar setelah berjuang masuk sampai tempat duduk, sekitar 20 menit, ada yang menginformasikan tak lama lagi Obama akan datang, dan ternyata benar juga, Obama masuk ke ruang tanpa ada MC sekalipun Obama langsung disambut dengan sorak suara dan tepuk tangan yang begitu meriah, dan membahana bagaikan di dalam stadion bola. Ooh senengnya sambil *nyengir.

Selama berlangsungnya pidato, saya lihat banyak memotret sang orator tersebut tak henti-henti, dan peserta pun terhibur ketika berkata dengan bahasa Indonesia, seperti kata Bakso, sate, Bhineka Tunggal Ika dan yang lebih favorit saya kata-kata yang diucapkannya pulang kampung, dengan nada menghibur seperti layaknya orang bule lainnya.

Hingga akhirnya selama 25 menit berpidato, peserta terhibur pasca berjuang masuk ruangan Auditorium yang hanya sebentar itu. Dan banyak yang berkata bagus lah, terhibur sampai jadi fans berat. Dan bahkan yang sebelumnya tidak suka dan benci sekalipun jadi suka, karena memang saya pikir Obama mampu membuat simpati masyarakat Indonesia dengan waktu 25 menit tersebut, padahal isi pidatonya biasa-biasa saja. Wassalam,