Mohon tunggu...
Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Mohon Tunggu... Penulis - Dilahirkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), dan Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017-sekarang).

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Kalimat Majemuk Bertingkat (2)

7 September 2022   15:23 Diperbarui: 7 September 2022   15:47 142 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Sebuah kalimat tunggal paling tidak memiliki satu S (subjek) dan satu P (predikat). Unsur Objek (O), Pelengkap (Pl.), dan Keterangan (K) boleh ditambahkan. Sebuah kalimat tunggal, salah satu unsurnya dapat diperluas atau dikembangkan menjadi sebuah pola baru (seperti kalimat tunggal).

Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan contoh kalimat berikut.

Pemerintah  menaikkan  harga BBM   beberapa hari yang lalu.

        S                        P                         O                             KW

Unsur  KW (beberapa hari yang lalu) dapat diperluas atau dikembangkan menjadi sebuah pola baru (seperti kalimat tunggal). Contoh perluasannya sebagai berikut.

Pemerintah  menaikkan harga BBM  ketika  kami   sedang makan siang. (KMB)

          S                      P                        O             konj.      S                          P

Dengan adanya perluasan seperti itu, nama kalimatnya pun berubah menjadi KMB (Kalimat Majemuk Bertingkat). Unsur yang diperluas disebut anak kalimat (dilahirkan dari kalimat induk).

Sedikit demi sedikit kita cermati perubahan dari kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk. Kemudian kita juga perlu memahami perbedaan KMS (Kalimat Majemuk Setara) dan KMB (Kalimat Majemuk Bertingkat) agar dapat menerapkan dalam tulisan dengan lebih baik.

Penajam Paser Utara, 7 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan