Mohon tunggu...
Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Mohon Tunggu... Penulis - Selalu ingin belajar banyak hal untuk dapat dijadikan tulisan yang bermanfaat.

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Perkecualian Kaidah Kata Berimbuhan "Men-..." dalam Bahasa Indonesia

5 September 2022   11:04 Diperbarui: 5 September 2022   11:06 389
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ada kata-kata tertentu yang tidak mengikuti kaidah dalam proses pengimbuhan (afiksasi) karena ada hal khusus. Kata dasar tertentu dalam bahasa Indonesia bisa ingkar atau tidak mengikuti kaidah atau aturan dalam proses pemberian imbuhan (afiks).

Contoh:

Tadi pagi ayah mentransfer uang melalui ATM.

Air tebu itu akan mengkristal menjadi gula pasir.

Kita wajib mensyukuri apa-apa yang sudah kita dapatkan.

Pemerintah menswastakan beberapa perusahaan agar masyarakat ikut ambil bagian dalam perekonomian.

Kaidah pengimbuhan dan contoh kalimat:

Kata dasar yang berawalan t, j, d, c jika digabungkan dengan MeN- maka akan menjadi men- (huruf konsonan t luluh menjadi n).

tuduh : menuduh

timpa : menimpa

tunda : menunda

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun