Mohon tunggu...
Supli EffendiRahim
Supli EffendiRahim Mohon Tunggu... pemerhati lingkungan dan kesehatan

Orang biasa yang ingin jadi orang baik di mata Allah

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sabar Itu Pahit tetapi Buahnya Selalu Manis

23 Juni 2021   07:40 Diperbarui: 23 Juni 2021   08:26 57 1 0 Mohon Tunggu...

Bismillah,

Semua orang tentunya menginginkan sesuatu yang baik dalam hidupnya, entah itu sehat, kaya, bahagia, cerdas dan lain sebagainya. Namun garis kehidupan terkadang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan. Musibah, cobaan, ujian, tantagan dan berbagai hadangan terkadang datang secara tiba-tiba tanpa tahu apakah seseorang sudah siap atau belum dalam menghadapinya. Tulisan ini mencoba menggambarkan tentang perlunya sabar dalam menjalani kehidupan ini. 

Perlu sabar

Adapun sikap sabar yang diajarkan disini bukanlah sikap menerima kehinaan atau menyerah dengan keadaan baik itu saat terkena musibah atau cobaan. Sabar disini ialah sebuah komitmen yang kuat untuk keluar dari kesulitan dengan memohon petunjuk dan tuntunan dari sisi-Nya.

Sabar merupakan sebuah istilah yang mudah diucapkan namun sulit untuk dikerjakan dan teramat pahit untuk dirasakan. Meskipun pahit dan sulit, sabar memiliki buah yang manis dalam kehidupan seorang hamba. Orang yang sabar ia akan memperoleh kemenangan dan  berbagai keutamaan.

Para nabi adalah contoh terbaik

Sebelum kita mencontoh kesabaran para nabi sebagai "banch marking" kita maka janganlah kita melupakan kesabaran yang terbaik ditunjuklan oleh Allah swt. Allah itu maha sabar. Assabur. Allah sejak lama memciptakan makhluknya mulai dari malaikat, iblis, jin, dan manusia. Tetapi prilaku pembangkangan iblis, jin dan manusia adalah contoh nyata betapa Allah sangat, sangat dan sangat sabar.

Ketika Allah menciptakan iblis Allah swt sangat kagum karena iblis pada masa yang lamamerupakan hamba Allah yang bersyukur, tidak membangkang dan tidakmenyombongkan diri. 

Tetapi betapa terkejutnya Allah bahwa iblis membangkang terhadap Allah swt. Allah sabar. Kemudian banyak manusia yang Allah ciptakan dan kebanyakan dari manusia membangkang kepada Allah swt. Agama langit mereka midifikasi, nabi-nabi mereka bunuh dan manusia lain mereka sesatkan. Allah tetap sabar.

Tingkatan sabar

Merujuk QS. Ali-Imran ayat 200,sabar terdiri dari beberapa tingkatan. Pertama, Sabar dalam arti siap mental dalam menghadapi berbagai kesulitan (Ishbiru). Kedua, sabar dalam arti ulet dan istiqamah dalam mencari jalan keluar (shabiru). dan Ketiga, sabar dalam arti tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan (rabithu).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x