Mohon tunggu...
Suparjono
Suparjono Mohon Tunggu... Administrasi - Penggiat Human Capital

Human Capital

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Cahaya Penebar Pelita

19 Oktober 2021   21:25 Diperbarui: 19 Oktober 2021   21:53 126 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Ada lilin yang pancarkan cahaya dalam gelap
Tapi ada bulan sebarkan pesona malam
Dan pagi pun menghadirkan sorotan matahari menatap
Ada cahaya menerangi setiap temaram

Hadirnya cahaya itu memberi gradasi warna yang begitu jelas
Keindahan menyelimuti setiap sudut ruang pandang
Mata dan hati memberikan kesejukan dalam ikhlas
Meski selalu saja sinaran cahaya menghadirkan setitik bayangan

Itulah cahaya yang melintas ruang dan waktu
Namun ada cahaya yang mampu menembus ruang dan waktu
Nur Muhammad adalah cahaya diatas cahaya
Yang setiap pancarannya menghadirkan kebahagian

Batas batas dimensi ruang runtuh
Waktu dalam detik demi detik tergilas
Kecepatan cahaya tak sanggup mengkalkulasi dengan utuh
Hanya tanda yang dapat dibaca dengan hikmah yang pantas dan ikhlas

Ia bukanlah yang pertama dalam dimensi alam
Tapi ia yang menjadi utama dalam menebar cahaya kemanusiaan
Ia juga yang memberi secercah harapan bagi seluruh malam
Meski menjadi penutup bagi otoritas narasi illahiah

Cahaya diatas cahaya memberi penerang bagi semesta
Membongkar kesenjangan menuju keadilan sejatinya
Kepongahan jahiliyah tertunduk malu tanpa kata
Hingga setara menjadi jawab atas setiap tanya

Kerinduanku pada nur muhammad tak pernah terbatas
Meski hadirmu hanya dalam ayat-ayat penuh makna
Engkaulah pelita hati yang selalu bersemayam dalam jiwa yang tulus dan ikhlas
Semoga Allah melimpahkan shalawat-Nya kepada Nabi Muhammad SAW

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan