Mohon tunggu...
Sultan Sulaiman
Sultan Sulaiman Mohon Tunggu... Administrasi - Seorang Buruh Negara

Huruf-huruf yang tak pernah selesai/www.daengraja.com/sulaiman.putra@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kakak dan Pisau di Tangannya

8 Oktober 2019   15:04 Diperbarui: 8 Oktober 2019   15:13 104
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Salah seorang temannya mengadu. Saya, lekas menghampiri. Anak perempuan yang dimaksud tersenyum kecut. Kakak terjebak di rumah kebun, saya dapati menangis di belakang pintu reot. Ada kesal yang menggantung...

"Ayo pulang...! Ini bermain kok nangis...dan sudah berapa kali ayah larang jangan bermain di sini!"

Lama, Kakak menuntaskan tangisnya.

"Ayo...!"

"Aku malu....!"

"Ayo... kenapa malu?"

"Sini baju ayah! Mau lap air mata!"

"Ha...? Pakai baju kamu sendiri!"

Suasana kondusif kembali. Kakak pulang setelah meniti tangga hati-hati.  Saya mengekor di belakangnya, dua kali lebih waspada. Takut, jika tangga yang dititi, yang terbuat dari batang kelapa itu, tak kuat menahan bobot badan yang kiat bengkak. 

Tepat ketika kedua kaki menginjak tanah, saya lega. Lalu saya menengok ke tangga rumah kebun ini. Agar anak-anak tak lagi berkerumun di sini, turun naik tangga yang bisa patah kapan saja. Saya..., mengambil tangga rumah kebun, mencopotnya susah payah. Membiarkan telentang di tanah.

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun