Mohon tunggu...
Suka Adi
Suka Adi Mohon Tunggu... Penulis Legenda

Penulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Museum Anjukladang Jadi Sorotan

18 Juli 2019   07:14 Diperbarui: 18 Juli 2019   07:58 0 0 0 Mohon Tunggu...
Museum Anjukladang Jadi Sorotan
Bambang Sukoco, S.H., pengacara juga pemerhati sejarah Nganjuk| Dokpri

Tidak Layak, Lokasi Sempit, Koleksi Minim, Tidak Edukatif, Sepi Pengunjung

NGANJUK -- Museum Anjukladang yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Nganjuk tidak layak sebagai bangunan untuk menyimpan benda-benda kuna. Selain tempatnya sempit juga tidak banyak dikunjungi.  Padahal, lokasi Meseum Anjukladang terbilang strategis, berada di pinggir jalan raya, Kertosono -- Madiun.

Kondisi Museum Anjukladang Kabupaten Nganjuk kontan mendapat sorotan dari masyarakat. Karena kondisi bangunan yang dinilai tidak layak sebagai tempat menyimpan benda-benda kuna, juga bangunannya terlalu sempit. Sehingga banyak barang-barang berharga bernilai sejarah tidak dapat tersimpan dengan baik. Akibatnya banyak koleksi yang masih tersimpan di gudang.

Sorotan muncul dari salah seorang pengacara, Bambang Sukoco, S.H. Pria asli Nganjuk ini menyebut, Museum Anjukladang sudah tidak layak untuk menyimpan benda-benda purbakala. Kendati lokasinya berada di tepi jalan, kenyataannya sepi pengunjung. Juga banyak koleksi benda bersejarah yang tidak terawat, sehingga banyak menumpuk di gudang, tidak ditata pada etalase-etalase museum.

"Kondisi bangunan ini terlalu sempit untuk ukuran koleksi benda purbakala yang jumlahnya terus bertambah," jelasnya.

Untuk itu pihaknya mengusulkan agar museum dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif, baik sebagai obyek wisata maupun edukasi. Salah satu tempat yang disebut adalah komplek Candi Lor, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Karena lokasi tersebut lebih luas dan langsung bisa mengenal peninggalan bersejarah Candi Lor, sebagai cikal-bakal nama Nganjuk.

Adanya rumor, Museum Anjukladang akan dipindahkan ke seputar Alun-alun Berbek, Bambang Sukoco tidak sependapat. Melokasikan museum hendaknya juga memperhatikan faktor lain. Di antaranya, berdekatan dengan komplek peninggalan bersejarah dan lokasinnya harus luas. Karena, bakal mendatangkan banyak pengunjung dari berbagai daerah.

Selain itu, lokasi museum juga mendasarkan lokasi yang strategis, mudah dijangkau dari segala arah, serta memiliki nilai keindahan. Sementara, di seputar Alun-alun Berbek, lokasinya terlalu sempit dan ke pinggir.

"Saya dengar kalau tanah di seputar Alun-alun Berbek itu masih sengketa dengan ahli waris Kanjeng Jimat, kenapa harus berisiko kalau ada lokasi yang lebih baik dan aman," jelas pengacara yang juga pemerhati sejarah Nganjuk ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x