Mohon tunggu...
Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Enterpreneur

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Transportasi "Online" dan Generasi Milenial

3 Oktober 2017   08:27 Diperbarui: 3 Oktober 2017   17:57 2204
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kendaraan pribadi menjadi sarana transportasi paling mudah untuk bepergian. Mobil pribadi menjadi sarana tranportasi paling nyaman untuk berkendara. Dengan kendaraan pribadi mau ke mana dan kapan saja  bisa dilakukan. 

Sepeda motor menjadi kendaraan paling mudah akses, ke mana pun tujuan,  asal ada jalan untuk menapakkan dua  roda, sepeda motor dapat mengaksesnya, bahkan sepeda motor bisa mengantar penumpang dan pesananya  hingga masuk ke dalam rumah.

Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi yang demikian cepat mendorong hadirnya transportasi berbasis online. Memadukan sepeda motor, mobil pribadi, taksi, dan kendaraan pengangkut barang  pribadi,  dan berbagai kebutuhan, menjadikan teknologi ini telah melahirkan  transportasi online yang lebih unggul dibanding transportasi umum di  ibu kota dan kota-kota di Indonesia.

Gojek, Uber dan Grab merupakan pionir  transportasi online di negeri ini. Dengan sepeda motor, mobil  milik pribadi yang umumnya cicilan, mereka dihimpun menjadi penyedia jasa  transportasi online. Kini HP  dapat menghadirkan go ride (ojek motor), go food (pesan makan), go taksi (pesan taksi), go  car  (pesan mobil) bahkan mendatangkan tukang pijat dan pembersih rumah  pun bisa dipesan  melalui HP. 

Dengan  gojek dapat beli pulsa, transfer uang dan kirim barang dengan mudah dan cepat. Pada akhirnya transportasi ini juga menjadi perusahaan jasa keuangan dan jasa kurir. Transfer yang biasanya lewat bank, kirim barang yang sebelumnya lewat pos, kini sangat mudah, bisa melalui pengemudi gojek.  

Diawali di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya kini  operator transportasi online  yang juga berkembang menjadi lembaga keuangan non bank  ini  telah merembet ke daerah provinsi  di Jawa,  Sumatera, Sulawesi dan akan merambah daerah padat penduduk di kota-kota Indonesia. Kota  Medan, Semarang,  Yogyakarta, dan lainnya telah hadir ojek dan taksi online. 

 Kehadiran transportasi online di ibu kota tak mulus. Pada awal kehadiranya gesekan terjadi dengan transportasi umum yang hadir lebih dulu. Tarnsportasi online kontra  dengan taksi, angkot, ojek pangkalan  awalnya terus terjadi.  Seiring perubahan waktu, transportasi online dapat hadir, rukun dengan transportasi umum yang ada.

Penolakan kehadiran transportasi online juga terjadi ketika merambah  di beberapa kota provinsi. Bahkan pada beberapa kasus terjadi perusakan beberapa kendaraan dan pengemudinya mengalami luka-luka. Hal ini wajar meskipun sudah banyak pelajaran dari kota-kota lain yang mengalami kejadian serupa, mereka masih tidak siap mengantisipasi perubahan jaman yang terus terjadi setiap waktu.

Kehadiran transportasi online tidak hanya memudahkan konsumen, namun juga menjadi ancaman bagi transportasi konvensional yang lebih dulu hadir di negeri ini. Kenyamanan para pelaku usaha jasa transportasi konvensional yang selama berathun-tahun tak ada saingan,  pendapatanya turun drastis sejak hadir tranportasi online yang kehadiranya tak terlihat, tahu-tahu muncul ambil penumpang. Wajar bila mereka menentang kehadiran transportasi online.

Seiring berjalannya waktu, transportasi online akhirnya dapat hadir tidak hanya di ibu kota, namun juga merambah kota-kota lain di Indonesia. Transportasi online berbasis teknologi digital jauh lebih praktis dibanding transportasi konvensional  di mana bila seseorang membutuhkan transportasi harus datang ke pangkalan ojek, ke terminal angkot atau mencari taksi di jalan raya. Dalam sekejap budaya itu disirnakan oleh transportasi online. 

Untuk mengakses  transportasi online, konsumen tinggal order melalui HP, kendaraan akan datang dan siap mengantarkan kita dengan tarif yang sudah diketahui sebelum naik kendaraan. Mudah, cepat dan lebih murah dibanding naik transporasti umum konvensional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun