Mohon tunggu...
Suhandi Yusuf
Suhandi Yusuf Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi membaca cita cita penulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Bahasa Alay

17 Oktober 2022   12:19 Diperbarui: 17 Oktober 2022   13:08 247
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

SEiring dengan majunya peradaban manusia di dunia ini, termasuk di Indonesia,Komunikasi menjadi salah satu penandanya. Berbagai cara manusia untuk Berkomunikasi pada saat ini semakin canggih, yang didukung pula dengan Penggunaan peralatan berteknologi mutakhir.Dalam berkomunikasi, manusia memerlukan bahasa sebagai unsur penting. Sebab, dalam Berbahasa itulah manusia bisa menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya, yang Kemudian diutarakan, antara lain, dalam wujud tulisan.

Di Indonesia, terdapat bermacam ragam bahasa daerah yang dipakai oleh masyarakatnya Dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu karena, memang, negara ini terdiri dari beraneka suku Bangsa di seluruh wilayahnya.Banyaknya jenis bahasa daerah itu sudah dikenal dan dipraktikkan oleh penduduk Indonesia Sejak dulu kala, jauh sejak sebelum Indonesia merdeka sampai saat ini. Namun, sangat Disayangkan, ternyata tidak semua generasi muda bangsa ini berminat untuk mempelajari, 

Apalagi melestarikan, bahasa daerah dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahkan, Mereka cenderung menggunakan bahasanya sendiri, yang sepertinya lebih asyik digunakan Dalam dunia pergaulan anak muda, khususnya remaja.Salah satu bahasa yang sering digunakan itu adalah bahasa "alay". 

Pemakaian bahasa ini bisa Dijumpai dalam bentuk tulisan, karena dalam bentuk tulisanlah kita dapat melihat perbedaan Bahasa alay ini dari bahasa sehari-hari yang sudah digunakan orang pada umumnya.Kemunculan bahasa ini dalam beberapa tahun terakhir sepertinya cukup fenomenal. Banyak Sekali remaja mempraktikkannya dalam berbagai sarana komunikasi yang menggunakan Tulisan, misalnya dalam mengirim layanan pesan singkat (SMS) di telepon seluler, chatting di Dunia maya, update status ataupun komentar di akun Facebook, juga dalam messenger. 

Sebenarnya, apa itu bahasa alay? Dalam keterangan yang didapat dari berbagai sumber disebutkan bahwa alay merupakan Akronim dari "anak layangan". Tidak begitu jelas maksud atau arti layangan di sini. Namun, Karena perilaku layangan yang ketika dimainkan harus ditarik dan diulur, kemudian dijadikan Perumpamaan kepribadian remaja yang masih labil. Artinya, bisa berubah-ubah karena ada Tarikan dari sana-sini sesuai dengan pengaruh di sekitarnya.

Sebelum memahami bahasa alay, alangkah baiknya kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan Bahasa baku yang menjadi "lawan" bahasa alay. Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Badudu Dan Zain Menjelaskan makna kata baku.Baku I (Jawa) yang menjadi pokok; (2) yang utama; standar. Baku II(Manado), saling (1996 : 114) Baku dalam bahasa baku di dalam 3 Kamus di atas bermakna sama dengan baku I. Oleh karena itu, Bahasa baku ialah bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran, atau yang menjadi standar. Kembali ke bahasa alay, kemunculan bahasa alay dalam beberapa tahun belakangan ini bisa Dirasakan kehadirannya di kalangan remaja, khususnya di Jakarta. Berikut ini contoh Perubahan penulisan huruf ataupun kata dalam bahasa alay:

-Kamu: kamuwh, kamyu, qamu

-Aku: akyu, aq, aquwh

-Maaf: mu'uph, maav

-Sorry: cowyie, cory

-Lagi: agi, agy, age, lageeh, lg

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun