Mohon tunggu...
Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan. https://www.kompasiana.com/stalgijk

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Kompasiana, Wadahnya Para Penulis Kreatif

3 Maret 2019   22:51 Diperbarui: 4 Maret 2019   05:55 249 44 26 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kompasiana, Wadahnya Para Penulis Kreatif
Ilustrasi : https://pixabay.com

Wadah! Lelah menulis, menuangkan ide atau peristiwa dalam bentuk tulisan, pasti ada wadahnya. Ramahnya Kompasiana, telah menorehkan sejarah awalnya sukses.

Beribu penulis menaruhkan kepercayaan tayang karyanya agar bermanfaat bagi banyak orang. Hebatnya lagi, bukan cuma penulis anyar yang terbilang unyu-unyu saja, tapi para penulis senior andal pun telah terlibat.

Banyak penulis belajar dasar-dasar kepenulisan, berkarya dan saling berbagi semangat bersama kawan-kawan dalam sebuah komunitas. Salah satunya, KPKers -- Komunitas Penulis Kreatif, yang beranggotakan sebelas ribu lebih. Sejak berdirinya di Kota Bandung, 2013, telah menelurkan karya-karya dalam sosoknya buku-buku berbagai genre, dan juga tayangan di berbagai media cetak dari para anggotanya.

Kompasiana, sebagai salah satu blog terbesar di Indonesia, telah begitu baiknya, memberi kesempatan bagi para penulis untuk bergabung. Semua tulisan, dari yang hebat, bagus, atau cukup bahkan ibarat yang baru pertama kalinya kirim artikel pun dipastikan tayang. Asalkan memenuhi syarat dasar, di antaranya tak mengandung SARA, dan lain-lain.

Kompasiana pun memberi penghargaan, bagi tulisan-tulisan terpilih, atau utama bagi yang layak. Banyaklah yang lainnya, berbagai fitur telah memanjakan para penulis. Berbagai aktivitas yang ada di dalamnya, jumlah pembaca, jumlah komentar akan berpengaruh pada nilai-nilai penghargaan dalam bentuk monetisasi karya dan jenjang kepangkatan.

Dalam sebuah kesempatan, saat diundang KPKers - Komunitas Penulis Kreatif sebagai pembicara di Bandung, Minggu (03/03/19), tak lagi ada keraguan untuk mengenalkan hebatnya Kompasiana.

Pasalnya, kawan-kawan komunitas, terkadang gagal fokus membuat karya-karya nyatanya. Tak banyak disadari bahwa loncatan-loncatan kecil tulisan di Kompasiana, adalah fondasi bagi karya-karya hebat setelahnya.

Terlalu berambisi menelurkan buku, perlu jeda waktu dan perjuangan hebat, bahkan terkadang bisa melemahkan semangat. Tak ubahnya bagai mahasiswa abadi yang tak lulus-lulus, gara-gara malas menyelesaikan skripsinya.

Kawan-kawan KPKers - Komunitas Penulis Kreatif, Diskusi Kepenulisan, Balai Bahasa Bandung, Minggu (03/03/19). Ketua : Diantika IE (kanan bunga). Penulis kanan atas.
Kawan-kawan KPKers - Komunitas Penulis Kreatif, Diskusi Kepenulisan, Balai Bahasa Bandung, Minggu (03/03/19). Ketua : Diantika IE (kanan bunga). Penulis kanan atas.
Niatnya membuka paradigma, agar-agar kawan-kawan di KPKers -- Komunitas Penulis Kreatif, tak menjadikan beku ide-ide kreatifnya yang berseliweran di pikiran.

Solusinya Kompasiana, dengan segala kehebatan dan kemewahannya, telah dibagikan kepada kawan-kawan. Dimulai dari cara mendaftar, pengenalan fitur-fitur, dan juga monetisasi karya-karya tulisan serta jenjang kepangkatannya.

KPKers - Komunitas Penulis Kreatif, yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia, dan beberapa negara lain sangatlah disayangkan bila kurang gesit geraknya. Mereka-mereka, kawan-kawan penulis harus bangkit setelah belajar cara-cara menulis yang itu-itu saja, tanpa upaya membuahkan tulisan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN