Mohon tunggu...
Sri Wangadi
Sri Wangadi Mohon Tunggu... 📎Memulai dengan Bismillah

📩 swangadi27@gmail.com 🔁 KDI - BTJ

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Ramai Soal Bos Pertamina yang Baru, Apa Kabar BBM Langka di Kendari?

19 November 2019   23:52 Diperbarui: 20 November 2019   00:01 0 0 0 Mohon Tunggu...
Ramai Soal Bos Pertamina yang Baru, Apa Kabar BBM Langka di Kendari?
ilustrasi Kelangkaan BBM | zonasultra

Adanya kabar mengenai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang akan masuk dalam wilayah Pertamina, menimbulkan berbagai reaksi yang beragam, baik dari opini nitizen di media sosial, masyarakat awam, maupun dari sejumlah praktisi. Beberapa pihak ada yang pro, dilain pihak ada juga yang kontra. Tentunya masing-masing insan memiliki penilaian yang berbeda terhadap insan lainnya.

Kabar mengenai kedudukan bos pertamina yang baru yang akan diduduki oleh Ahok, sejalan dengan adanya masalah pada pertamina di Kota Kendari Sulawesi Tenggara saat ini. 

Sebagai BUMN penghasil energi minyak dan gas bumi, pertamina dituntut untuk mencukupi kebutuhan konsumen. Apabila energi yang dibutuhkan sulit didapatkan, tentunya sangat berpengaruh besar terhadap aktivitas konsumennya.

Isu soal adanya tangki dan jeriken siluman yang diduga sebagai biang kerok kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, sangat meresahkan masyarakat. Sudah lebih dari sepekan, banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat ikut dalam antrian panjang pada pelayanan SPBU. 

Kondisi ini merupakan pemandangan yang sering kita saksikan akhir-akhir ini, apabila kita melintasi jalan pada area sejumlah SPBU yang tersebar pada beberapa titik di Kota kendari.

Kalau sudah seperti ini, siapa yang harus bertanggung jawab?

Adanya oknum yang berperan atas kurangnya BBM yang tersedia, tentunya tidak jauh-jauh dari pemberi pelayanan itu sendiri. Apakah pelayanannya benar-benar adil, atau ada yang mendapatkan volume yang berlebih dari setiap pengisiannya.

Menurut Politisi PDIP Kota Kendari, Apriliani Puspitawati, seperti dikutip dari detik Sultra (16/11/2019), mengatakan "ombak kencang dan tidak kencang bisa terdeteksi. 

Sangat lucu kalau ternyata tidak ada planing-planing yang dibuat jika terjadi kendala diluar teknis seperti alasan gelombang laut yang sebabkan terganggunya distribusi BBM dari luar daerah" ungkapnya. Menurutnya, ia mencurigai adanya oknum yang "bermain" sehingga menyebabkan kelangkaan BBM.

Masalah BBM bukan hanya masalah persoalan harga. Naik turunnya harga BBM memang memiliki pengaruh yang besar terhadap nilai perekonomian di Indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x