Mohon tunggu...
Sri Rahayuni
Sri Rahayuni Mohon Tunggu... Guru - Womanprener

Aku berfikir maka aku berdzikir

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Serunya Menjadi Ibu "Selamat Hari Ibu"

21 Desember 2021   21:35 Diperbarui: 21 Desember 2021   21:52 46 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Menjadi aktivis perempuan yang senang keliling kota dan travelling tentunya tidak melunturkan fitrahku untuk menjadi perempuan sejati, yang pada umumnya orang bilang bahwa perempuan sesungguhnya adalah ia yang pernah melahirkan anak, dan merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu. Singkat cerita, aku menemukan jodohku dan menikah ditengah masa pandemi sedang buruk, tepatnya pada hari Senin tanggal 1 Juni 2020, dan dimasa aku masih menjabat sebagai pengurus kohati badko jawa barat. 

Masa yang ditunggu pasca menikah adalah dimana aku dikaruniai anak, dua bulan pasca menikah akhirnya Allah menitipkan amanah itu kepadaku, aku positif hamil, ahh senangnya ..rasa haru dan bahagia bercampur dalam tetesan airmataku. Sembilan bulan berlalu, tibalah anaku dilahirkan tepatnya pada hari Minggu,06 Juni 2021. Aku bahagia tak terkira, rasa bahagia yang selama ini belum pernah aku rasakan. Malaikat kecil yang dulu hidup dalam perutku, kini hadir didepan mataku dalam keadaan sehat dan sempurna. 

Rasa sakit yang aku alami sebelum ia lahir seolah pudar dan hilang dengan melihat dia telah ada di depan mataku . aku tak henti berurai air mata dan mengucap syukur pada Allah.  Tuhan Maha Baik, ini adalah amanah terindah yang Allah berikan untukku , dan aku siap untuk menjaga amanah ini dengan baik. Hari hariku semakin bahagia, aku merasa bangga bisa menjalankan peranku sebagai perempuan yang sempurna. 

Tetap menjadi anak untuk orangtuaku, bisa menjadi isteri untuk suamiku dan menjadi ibu untuk anaku. 1 Minggu berlalu aku Aqiqahkan dia dan diberi nama Muhammad Ghazan Hanif Nurjaman, panggil saja dia Hanif. Satu bulan berlalu pasca melahirkan aku malah menikmati kebahagiaan ini dengan penuh rasa cemas dan bingung . bagaimana caranya menyusui yang baik, bagaimana jika anaku rewel tengah malam, bagaimana jika anaku sakit, pertanyaan pertanyaan yang mencemaskan seolah hadir semua dalam pikiranku. 

Dan akhirnya kecemasan itu terjadi, sampai pada masa dimana anaku sakit, dan dia selalu bangun tengah malam, setiap jam 12 malam dia bangun dan tidak tidur lagi sampai pagi datang, aku bingung sampai depresi, kenapa seperti ini ?? Aku jadi kehilangan waktu istirahatku. mungkin orang bilang inilah namanya baby blues .sampai nangis gak karuan tengah malam, tiba tiba sakit hati, dan tiba tiba ingin marah. Sampai aku berfikir Oh Tuhan,ko begini ya rasanya punya anak, capek sekali, rasanya tak sanggup . itu yang ada dalam pikiran jahatku saat itu. 

Dua bulan sampai tiga bulan berlalu, akhirnya masa baby blues itu terlewati, anaku kembali sehat dan tidur normal . hari ini usia anaku sudah menginjak 6 bulan, kebahagiaan yang sempat terhalang oleh rasa cemas kini hadir kembali, dan kebahagiaan yang hari ini aku rasakan berlipat ganda setelah aku bisa melihat anaku tumbuh dengan baik, bisa merasakan dia tenang dipeluk ibunya, melihat dia tersenyum bahagia ketika ibunya mencium keningnya, apalagi hari ini dia sudah banyak mengeluarkan suara yang menggemaskan, rasanya aku tak rela jika satu hari aja terpisah dengan anaku. 

Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan ketika menjadi ibu, aku merasa bahwa tidak begitu mudah menjadi ibu jika kita tidak sadar akan fitrah kita, tapi akan lebih mudah jika kita menyadari bahwa bukan hanya aku saja yang merasakan perjuangan ini, ada banyak ibu  diluar sana yang lebih hebat dalam memilih pola asuh anaknya. Termasuk ibuku sendiri, perjuangan ibu tak terhingga sepanjang masa, dalam keadaan apapun ia rela taruhkan nyawanya sekalipun demi anaknya.

Untuk ibuku "terimakasih telah menjadi pahlawanku sampai detik ini, terimakasih selalu ada di garda terdepan ketika anaknya membutuhkan pertolongan, terimakasih yang tak pernah mengucapkan kata menyerah untuk kebahagiaan anaknya. Terimakasih slalu ada disegala cuaca. Maafkan anakmu yang hari ini masih belum bisa mandiri, belum bisa membalas segala jasa-jasamu. Sehat selalu ibuu ... Selamat hari ibu. love you ibukuu (Ibu Hj.Ai Lia) "

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan