Mohon tunggu...
Sri Rahayu
Sri Rahayu Mohon Tunggu... Lainnya - Menyukai literasi

Seorang ibu rumah tangga

Selanjutnya

Tutup

Trip

Tiga Hari di Phnom Penh yang Mendebarkan

2 Juli 2022   22:39 Diperbarui: 2 Juli 2022   22:42 183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Alhamdulillah, malam ini kami bisa beristirahat. Biarpun masih dalam masa tunggu konfirmasi dari Jakarta mengenai booking hotel berbayar yang dilakukan oleh sekertarisnya om ku. Mungkin si tante sekertaris ini mencari rate yang murah dengan brand yang kurang terkenal, ya jadinya kayak gini deh resikonya. Kalaupun status masih rejected ya terpaksa bayar langsung ke hotel dan booking hotel berbayar hangus.

Malam jam 22.00 barulah kami mendapatkan konfirmasi dari jakarta dan telah di terima oleh pihak management Anik Hotel Phnom Penh. Kami siap -- siap mau pindah kamar, tetiba ada telpon lagi.

"Madam, as per confirmation from our GM that you are able to stay at president room with the same rate and no need to move to the other room. This is part of our good service to you because this is our faulth. Good night"

"Oh really, thank you so much"

"Kenapa bu" tanyaku ingin tahu

"Kita nggak usah pindah kamar. Kita bisa tinggal di sini dengan rate yang sama karena itu kesalahan pihak hotel" jelas ibuku

"Horeee bisa tidur nyenyak dan kamarnya bagus banget" seru aku dan adikku

Karena terlalu capek dalam sekejap kita sudah ada dalam mimpi masing -- masing. Pules banget rasanya.

Lanjut ke hal cari sekolah ya, padahal tuh aslinya kita masih bisa punya waktu 2 bulan pas pindahan baru cari sekolahan, begitu info dari KBRI. Tapi ya begitulah ibuku yang semua harus clear di depan. Dalam waktu 3 hari kami harus mendapatkan sekolahan. Jadi nanti pas kami pindah kami langsung bisa sekolah. Eem ibuku memang sangat sitematis orangnya, dan darahnya mengalir di tubuhku. Aku juga orangnya sangat sitematis dalam segala hal.

Sayup terdengar suara adzan subuh dari HP. Aku menggeliat dan tidur lagi. Kulirik ibuku sudah bangun dan menjalankan sholat subuh lalu mengaji. Di Phnom Penh nggak terdengar suara adzan karena mayoritas adalah beragama Budha, jadi kita yang muslim wajib install aplikasi pengingat shalat biar tidak lupa. Dari yang kubaca di internet, penduduk Cambodia yang beraga islam kurang dari 10%.

"Bangun, sudah pagi. Cepetan mandi dan sholat" kata ibu padaku dan adikku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun