Mohon tunggu...
Ari Sony
Ari Sony Mohon Tunggu... Administrasi - Bung Arson, Pengamat dan Pemerhati Olahraga Khususnya Sepakbola

Olahraga adalah nadi yang harus selalu digerakkan, dan ketika menulis topik lainnya harus sesuai dengan sudut pandang sendiri dan pemikiran yang matang

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

3 Alasan Menolak Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

2 Juni 2022   06:10 Diperbarui: 2 Juni 2022   11:40 69238
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan ketika membuka Kongres PSSI Biasa Tahun 2022. (ANTARA FOTO/ M Agung Rajasa/via KOMPAS.COM)

Setelah meraih medali Emas Sea Games 1991, Timnas Indonesia seperti mengalami paceklik gelar level Internasional. Sejak 1991 hingga saat ini, Timnas Indonesia tidak pernah juara di level senior untuk ajang Sea Games dan Piala AFF.

Meskipun, saat ini Sea Games peruntukannya bagi pemain U-23, nyatanya Timnas Indonesia masih kesulitan meraih Medali Emas. Kompetisi Liga 1 yang sering punya banyak masalah, harus mulai ada perbaikan.

PSSI perlu duduk bersama dengan operator Liga 1 dan juga perwakilan manajer tim, wasit, pelatih, wartawan, pengamat sepakbola, wakil suporter, asosiasi pemain, pemerintah, kepolisian hingga stakeholder lainnya yang berkaitan dengan kompetisi Liga 1.

Mereka perlu duduk bersama dalam sebuah saresehan, dengan mengangkat tema "Kembali Memacankan Asia Sepakbola Indonesia". Bahaslah isu-isu menarik yang bisa membuat kompetisi Liga 1 semakin kompetitif, seru, fair play dan menarik.

Tinggalkanlah hal-hal buruk yang jadi benalu bagi kompetisi Liga 1. Jika kompetisi Liga 1 sudah berjalan sesuai Relnya, maka prestasi Timnas Indonesia juga akan membaik.

Persoalan kedua soal mental pemain. Bukan hal baru, jika prestasi Timnas Indonesia U-16 hingga U-19 dalam tempo 10 tahun terakhir, prestasinya lebih baik daripada level U-23 hingga Timnas senior.

Pemain Timnas Indonesia yang mengkilap di level U-19, tiba-tiba kelincahan dan semangat juangnya luntur ketika memasuki level U-23 hingga Timnas senior. Entah faktor apa yang melatar belakangi, hal tersebut?

Apakah karena sudah mendapatkan popularitas, sudah merasa puas dengan kemampuan saat ini, atau faktor gaji besar setelah mendapat kontrak profesional membuat pemain muda merasa terlena.

Kita pernah punya harapan, ketika Timnas U-19 era Evan Dimas dkk., yang saat itu mampu mengalahkan Korea Selatan U-19 di Stadion Gelora Bung Karno, dengan skor 3-2 dalam kualifikasi Piala Asia U-20 tahun 2013.

Di tengah guyuran hujan lebat para pemain bekerja keras dan berjibaku untuk meredam tim Korea Selatan. Hasilnya Ravi Murdianto (Kiper), Putu Gede, Hansamu Yama, M. Sahrul Kurniawan, M. Fatchurochman, Evan Dimas, M. Hargianto, Zulfiandi, Muchlis Hadi Ning, Maldini Palli dan Ilham Udin Armaiyn berhasil kalahkan tim Negeri Gingseng.

Namun saat ini, praktis hanya ada nama-nama seperti: Hansamu Yama, Evan Dimas dan Zulfiandi yang namanya masih sering kita dengar di pentas Liga 1.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun