Mohon tunggu...
Suko Waspodo
Suko Waspodo Mohon Tunggu... Dosen - lecturer
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Ketika Komunikasi Tertulis Lebih Efektif

12 Februari 2019   08:18 Diperbarui: 2 Juli 2021   11:55 2078
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Seperti namanya, komunikasi tertulis berarti komunikasi dalam bentuk tertulis.

Dalam komunikasi ini, pengirim menulis pesan menggunakan kata-kata dan kemudian mengirim ke penerima.

Ini adalah jenis komunikasi formal dan manajemen terutama bergantung pada komunikasi tertulis untuk mengirimkan keputusan, perintah, dan instruksi.

Demikian pula, bawahan dapat mengirim masalah, saran, pendapat, pandangan mereka kepada atasan mereka melalui komunikasi tertulis.

Baca juga: Komunikasi Asertif: Menyampaikan Uneg-Uneg Tanpa Pakai Emosi

Komunikasi tertulis dapat terjadi dalam berbagai bentuk seperti surat, memo, surat edaran, manual, pemberitahuan, laporan, kuesioner, dan lain-lain.

Komunikasi tertulis umumnya digunakan ketika audien berada di lokasi yang jauh atau ketika catatan permanen harus disimpan untuk digunakan sebagai referensi untuk menyelesaikan masalah di masa depan.

Komunikasi Tertulis Lebih Efektif, Kapan?

Baca juga: Mengembangkan Komunikasi Positif, dari Mana Memulai?

Meskipun orang menghabiskan lebih banyak waktu dalam komunikasi lisan, komunikasi tertulis lebih efektif dalam keadaan berikut:

Menyampaikan Informasi Kompleks - Ketika pengirim ingin menyampaikan informasi yang kompleks, komunikasi tertulis lebih baik daripada komunikasi lisan. Memiliki dokumen tertulis, penerima dapat membacanya berulang kali hingga ia memahami seluruh pesan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun