Mohon tunggu...
Sultoni
Sultoni Mohon Tunggu... Freelancer - Pengamat Politik dan Kebijakan Publik AMATIRAN yang Suka Bola dan Traveling

Penulis lepas yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial politik, kebijakan publik, bola dan traveling

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih Pilihan

Berbeda Pilihan Politik itu Hal Biasa

15 November 2023   08:53 Diperbarui: 15 November 2023   09:36 167
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto: jalandamai.org

Berbeda pilihan politik adalah suatu hal yang biasa dalam negara demokrasi seperti halnya yang terjadi dalam setiap ajang pemilu di negara kita, Indonesia. Karena jika kita harus patuh dan seragam pada satu pilihan saja maka itu bukan demokrasi namanya tapi monarki.

Adalah suatu hal yang lumrah dan biasa (seharusnya) jika dalam lingkungan disekitar kita, kita akan menemukan orang-orang yang mempunyai perbedaan pilihan politik dengan diri kita. 

Bahkan bisa jadi, orang-orang yang berseberangan pilihan politik dengan kita itu adalah orang-orang yang terdekat dengan kita sendiri seperti istri, suami, anak, orang tua, adik, kakak atau bahkan tetangga sebelah rumah kita serta orang-orang terdekat kita yang lainnya.

Hal tersebut bisa terjadi karena memang dalam negara demokrasi termasuk juga negara kita Indonesia kebebasan untuk memilih dan dipilih bagi setiap warga negara adalah hak dari setiap warga negara itu sendiri tanpa harus takut dengan adanya ancaman ataupun paksaan dari pihak manapun, yang mana dalam pelaksanaannya negara harus dan wajib menjamin bahwa kebebasan untuk memilih dan dipilih bagi warga negaranya tersebut benar-benar dapat di implementasikan dengan sebaik-baiknya.

Itulah yang menjadi alasan utama mengapa (seharusnya) kita bisa saling menghargai apabila melihat orang lain diluar diri kita mempunyai pilihan politik yang berbeda atau berseberangan dengan pilihan politik kita.

Namun tidak dipungkiri bahwa masih banyak sekali masyarakat disekitar kita yang sepertinya belum memahami atau menyadari akan makna dari demokrasi yang sebenarnya ini dengan sebaik-baiknya.

Masih banyak kita temui masyarakat disekitar kita yang tidak berteguran dengan tetangga hanya karena perbedaan pilihan politik.

Masih banyak kita temui masyarakat disekitar kita yang saling menjelek-jelekan satu sama lain hanya karena perbedaan pilihan partai politik.

Dan masih banyak juga kita temui disekitar kita ada masyarakat yang di intimidasi oleh bosnya, oleh atasanya, oleh majikannya atau oleh anggota keluarganya sendiri hanya untuk memilih partai atau calon tertentu dalam pemilu.

Inilah tugas maha penting negara saat ini untuk memastikan bahwa setiap warga negara benar-benar dijamin kebebasannya untuk menentukan pilihan mereka sendiri sesuai dengan hati dan nuraninya tanpa ada unsur tekanan atau paksaan dari pihak manapun disetiap ajang pemilu khususnya pemilu 2024 mendatang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun