Mohon tunggu...
Siwi Sang
Siwi Sang Mohon Tunggu... Jurnalis - Pegiat Literasi Desa

Pengelola TBM Umahbukumayuhmaca, penulis buku tafsir sejarah GIRINDRA Pararaja Tumapel Majapahit, dan Pegiat Literasi Desa.

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Balai Bahasa Jatim Helat Gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016

3 Oktober 2016   17:52 Diperbarui: 4 Oktober 2016   03:27 35 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Balai Bahasa Jatim Helat Gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016
gernas-17-57f2375d157b61580df48667.jpg

Balai Bahasa Jatim menghelat Gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 diikuti 54 pelajar perwakilan SMA di kota Surabaya. Gerakan literasi ini merupakan program kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kegiatan berlangsung tiap hari Ahad bertempat di kampus SMA 17 Agustus 1945 'UNTAG' Surabaya. Rencananya berlangsung sampai 12 pertemuan.

Bunda Zakyzahra Tuga pengasuh Sanggar kepenulisan PENA ANANDA CLUB Tulungagung di Gernas Literasi Bangsa 2016 Surabaya, 25/9/2016
Bunda Zakyzahra Tuga pengasuh Sanggar kepenulisan PENA ANANDA CLUB Tulungagung di Gernas Literasi Bangsa 2016 Surabaya, 25/9/2016
Pada pertemuan ke-3, 25/9/2016, menghadirkan 2 narasumber yaitu Bunda Zakyzahra Tuga pengasuh Sanggar kepenulisan PENA ANANDA CLUB Tulungagung  dan Yusri Fajar penulis buku Surat Dari Praha.

Bunda Zakyzahra Tuga yang tampil sesi pertama mulai sekitar jam 08.00-11.00, memaparkan seputar kegiatan meringkas buku dan mengalihmediakan ringkasan buku ke bentuk karya kreatif lain seperti filem animasi, puisi, dan lainnya. 

sebagian peserta gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 yang dihelat Balai Bahasa Jatim
sebagian peserta gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 yang dihelat Balai Bahasa Jatim
Seluruh peserta berkesempatan praktek langsung mencoba menerapkan kiat kiat yang telah dipaparkan Bunda Zakyzahra Tuga. 

Salah satu kiat kusus yang diterapkan para peserta saat meringkas buku novel sejarah yang dibawanya adalah dengan menggunakan Mind Mapping atau peta pemikiran.

Kegiatan meringkas bahan bacaan seperti buku novel, menurut Bunda Zakyzahra Tuga, dapat diumpamakan dengan membuat santan kelapa, mencari sari patinya.  

Bunda Zakyzahra Tuga di Gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 Surabaya
Bunda Zakyzahra Tuga di Gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 Surabaya
Di sesi kedua yang berlangsung mulai sekitar jam 11.00-14.30, Yusri Fajar menyampaikan paparan tentang teknik membaca karya sastra. Pada kesempatan itu, para peserta diharapkan mampu secara cerdas dan kreatif membaca dan memahami suatu karya sastra seperti cerpen atau novel. Satu judul cerpen karya Yusri fajar kemudian dibaca dengan suara keras oleh para peserta secara giliran lalu sama sama membedahnya.

Hero Patrianto dari Balai Bahasa Jatim memberi pengantar jelan sesi ke-2 Gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 Surabaya
Hero Patrianto dari Balai Bahasa Jatim memberi pengantar jelan sesi ke-2 Gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 Surabaya
Pertemuan ke-3 Gernas Literasi bangsa kemarin berlangsung cukup dinamis dan meriah. Apalagi di ahir acara ada pertunjukkan pembacaan cerpen dan puisi oleh dua narasumber dan Siwi Sang. Bunda Zakyzahra Tuga membaca cerpen karyanya judul Lingkar Serimpi, Yusri Fajar membaca puisi karyanya judul Upacara, dan Siwi Sang membaca puisi on the spot judul BUKU.

Yusri Fajar di Gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 Surabaya ke-3, 25/9/2016
Yusri Fajar di Gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 Surabaya ke-3, 25/9/2016
Gerakan Nasional Literasi Bangsa yang dihelat Balai Bahasa Jatim bertujuan untuk mendekatkan kegiatan membaca dan Menulis di kalangan pelajar. begitu selesai mengikuti kegiatan ini, para peserta diwajibkan membuat satu tulisan esai dengan sumber ide dari buku novel berbasis sejarah yang mereka bawa pada pertemuan ke-3.

Hero Patrianto dari Balai Bahasa Jatim telah menugaskan seluruh peserta pada pertemuan sebelumnya untuk membaca buku novel berbasis sejarah dan harus dibawa pada pertemuan berikutnya.

peserta gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 Surabaya tampak asik dengan tulisan tangannya
peserta gerakan Nasional Literasi Bangsa 2016 Surabaya tampak asik dengan tulisan tangannya
Hanya ketika pada pertemuan ke-3 kemarin, hero bertanya kepada seluruh peserta, apakah sudah membaca buku novel yang dibawanya, serempak menjawab belum. Mereka beralasan harus menyiapkan UTS.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x