Mohon tunggu...
Nawa
Nawa Mohon Tunggu... Freelancer - time watcher

Banyak baca sedikit menulis

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Jenuh di Kantor, Bapack-bapack Ngopi Siang

26 Oktober 2021   15:37 Diperbarui: 26 Oktober 2021   15:45 249
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Didekat kantor kami kebetulan ada tempat ngopi baru yg cukup fancy namun tidak merogoh kocek terlalu dalam, sedalam imajinasi mas tatang. Namanya Point indomarco, dan sampai sekarang masih promo. Jadilah incaran bapack2 yang berjiwa hemat dan kapitalis hehe. Namanya bapak-bapak, ngopi itu adalah budaya untuk bersosialisasi bukan cari fancy dan gengsi. Pokoknya mah selama ada cangkir dan kopinya dimanapun jadi.

Asal tahu saja disconnya 30% untuk all varian coffee. Mas tatang paling semangat ngajakin ngopi disitu selepas istirahat siang. Ada juga pak dayat dan om anang idem setia point coffee.

Selain diskon pertimbangan jarak juga menjadi prioritas, karena hanya selangkah dari kantor, cukup 5 menit ngesot hehe.

Apabila jam kosong dan bos gak ada, nah itu jadi kesempatan bapack-bapack ini buat nambah jam injury time saat istirahat siang yang seharusnya sampai pukul 13 menjadi 13.30. pernah juga suatu kali saking asik sebat mas tatang dan om anang overtime sampai pukul 14.00.  ya memang saking asyiknya mereka di indomarco karena sejuk dan ber AC lucunya kantor pusat mereka di negeri 

wakanda ini ndak nyedain AC buat ruang kerja, entahlah mungkin karena ramah lingkungan atau pelit, positif saja.

Hampir sewindu om anang masih kerasan aja kerja dikantor ini, mungkin karena masih dalam satu kota dan terjangkau jaraknya. Jadi si om anang ini enjoy aja, tanpa banyak komplain disaat anak baru banyak yang komplan- komplen sampe migren. 

Bagi om anang gaji yang sangat lumayan dengan beban kerja yang tidak terlalu berat karena sistem kerja di negri wakanda ini emang, yowes asal jalan dan anggaran kepakai tidak bersisa yaudah. Dari situ tidak dapat dipungkiri kalau kenyamanan yang didapat beserta fasilitasnya sudah lebih dari cukup, meskipun harus mengorbankan diri seumur hidup tidak berkembang dengan kondisi dikantor pusat wakanda yang memang tidak ada budaya kompetisi, malah budaya kekeluargaan non profesional yang dikedepankan. Ahh saya jadi kepengen kerja dikantor pusat wakanda seperti om anang.

Tapi beda dengan mas tatang yang masih junior, dia ini udah ngerantau dari daerah, gaji pas-pasan buat hidup di kota pusat wakanda, biaya hidup tinggi. Ya sebenarnya tidak sebanding, dengan sisa uang bulanannya yang hanya cukup buat nabung ndak seberapa dan membeli paket promag hehe.

Tapi karena mas tatang ini memang anak baru yang jiwa semangatnya masih membara. Motif finansial bukan tujuan utama tapi pengalaman bekerja dan kepercayaanlah yang dia cari. Koneksi dan jaringanlah yang sedang ia bangun, bukan kenyamanan. Ia sadar betul kalau dia sampai mengejar salary dan kenyamanan saja pasti sangat tidak memungkinkan untuk saat ini.

Sebetulnya sebelum indomarco berdiri dan cukupmenarik minat para pegawai kantor ini sudah ada juga minimarket Cirelly, cukup dekat hanya beberapa langkah juga dari kantor. Namun semenjak ada indomarco sepertinya orang -- orang jadi lebih banyak yang memilih indomarco yang letaknya disebelah kantor persis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun