Mohon tunggu...
siti fatima
siti fatima Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasasiswi

Menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Istana Pasir

8 November 2023   09:21 Diperbarui: 8 November 2023   10:04 60
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Istana pasir di tepian lautan,
Dibangun oleh angin dan waktu yang datang.
Berkilau di bawah sinar mentari pagi,
Seakan lukisan khayal yang begitu indah.

Gugusan pasir menjulang tinggi,
Seperti menara yang menjulang sepi.
Dalam senyap, rahasia tersembunyi,
Di dalam dinding-dinding istana pasir ini.

Angin berbisik dengan suara lembut,
Mengisahkan kisah-kisah masa lalu yang sunyi.
Di sini, cinta dan kerinduan tumbuh,
Seperti ombak yang tak henti-henti berdenyut.

Istana pasir, sebuah tempat yang magis,
Tempat di mana mimpi-mimpi terwujud.
Dalam gemerlap bintang-bintang yang tak terhitung,
Kita temukan keindahan yang abadi.

Meski istana pasir akan sirna oleh waktu,
Kenangan dan pesona takkan pernah pudar.
Sebagai saksi bisu keabadian alam semesta,
Istana pasir tetap abadi dalam hati kita.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun