Mohon tunggu...
SISKA ARTATI
SISKA ARTATI Mohon Tunggu... Guru - Ibu rumah tangga, guru privat, dan penyuka buku

Bergabung sejak Oktober 2020. Antologi tahun 2023: 💗Gerimis Cinta Merdeka 💗Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Versi Buku Cetak 💗 Yang Terpilih Antologi tahun 2022: 💗Kisah Inspiratif Melawan Keterbatasan Tanpa Batas. 💗 Buku Biru 💗Pandemi vs Everybody 💗 Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Ebook Karya Antologi 2020-2021: 💗Kutemukan CintaMU 💗 Aku Akademia, Aku Belajar, Aku Cerita 💗150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi 💗 Ruang Bernama Kenangan 💗 Biduk Asa Kayuh Cita 💗 55 Cerita Islami Terbaik Untuk Anak. 💗Syair Syiar Akademia. Penulis bisa ditemui di akun IG: @siskaartati

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Kegemaran Mendengarkan Siaran Radio dan Pengalaman Menjadi Penyiar

18 Desember 2022   18:01 Diperbarui: 19 Desember 2022   16:05 862
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berbeda halnya dengan kakak perempuan kedua saya. Dia memakai tape recorder untuk merekam suaranya ketika belajar reading comprehension, kemudian memutar ulang guna cek hasil bacaan berbahasa Inggris. Selanjutnya berkonsultasi dengan bapak untuk cara pengucapannya yang benar.

***

Setelah bapak tiada, giliran ibu paling getol menikmati masa senggangnya dengan menikmati siaran dakwah di pagi hari dan sandiwara radio kesayangannya dari jelang siang hingga sore, sesuai jadwal tayang masing-masing serialnya.

Pada era pertengahan tahun 1980-an hingga 1990-an, itulah masa jaya sandiwara radio. Saur Sepuh, Tutur Tinular, dan Misteri Gunung Merapi, menjadi hiburan rutin ibu setelah seharian beraktivitas.

Terkadang saya ikut menyimak, tetapi tidak secara runut berurutan mengikuti kisahnya. Sesekali dapat cerita ulang dari ibu. Mengasyikkan.

Nah, giliran saya menikmati siaran radio berupa musik pengantar belajar di malam hari. Ya, saat sedang mengerjakan PR atau merangkum pelajaran di rumah, saya lebih nyaman sambil mendengarkan musik dan lagu. Jadilah suara para penyiar dan bertaburnya salam dari pendengar serta lagu permintaan mereka yang diputar, menemani keseharian aktivitas saya di meja belajar.

Pada hari khusus dalam sepekan sekali, ada radio AM saat itu yang memutar Country Love Songs selama 2 jam. Penyiarnya membacakan surat masuk tentang testimoni, curhatan, puisi dan lain-lain kiriman pendengar, kemudian memutarkan lagu permintaan mereka atau hadiah lagu dari si Penyiar yang menyesuaikan  isi kiriman surat.

Wah, senang pula saat surat saya dibaca dari sekian banyak yang masuk. Menyimak lagu dengan senyum mengembang saat sedang belajar atau jelang tidut malam. Menurut saya, suara penyiar itu memang renyah kayak kripik!

Kebiasaan mendengarkan lagu-lagu melalui radio ini masih terus saya lakukan hingga kuliah di Ibu Kota Provinsi. Hampir setiap malam bersama teman satu kamar, radio selalu menemani. Kalau setel di pagi hari, paling sampai jam tujuh pagi, karena kami pergi kuliah hingga siang. 

Bedanya, permintaan lagu tak lagi menggunakan surat atau kartu pos seperti masa saya sekolah. Melainkan melalui telepon umum, menyampaikan permintaan lagu kepada operator radio. Mereka mencatatnya dan menyerahkan kepada Penyiar.

Jika program acaranya malam hari, kita bisa request di siang atau sore hari, untuk nantinya dibacakan dan lagu diputar pada saat acara. Itu pun jika beruntung dan ketika Penyiarnya baik hati!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun