Mohon tunggu...
SISKA ARTATI
SISKA ARTATI Mohon Tunggu... Penulis Pemula

Ibu rumah tangga, lagi seneng-senengnya menulis. Dua karya antologi lahir pada 2020. Bergabung di Kompasiana sejak Oktober 2020. Penulis bisa ditemui di akun IG: @siskaartati / @siska_mentorpaytren

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

CLBK Versi Saya: Cinta, Lamaran, Bahagia, dan Keluarga

27 Januari 2021   08:21 Diperbarui: 27 Januari 2021   08:34 102 17 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
CLBK Versi Saya: Cinta, Lamaran, Bahagia, dan Keluarga
Ilustrasi gambar openulis.com

Pagi ini muncul obrolan seru tentang menemukan kata kunci yang siap menjadi bahan tulisan. Sang Pengampu komunitas menulis mengajukan tiga kata kunci, salah satunya adalah CLBK, singkatan yang langsung disambut dengan Cinta Lama Bersemi Kembali.


Ya, siapa takkenal dengan kependekan dari kata tersebut. Bahkan ada yang mengudar dengan berbagai versi: Cinta Lama Buang Ke laut, Cuma Lihat Beli Kagak, Cium Lagi Bila Kurang, Cebok Lama Bersih Kagak, Cinta Laura Becek Kembali, Cinta Lama Belum Ketemu (mau njomblo sampai kapan?), dan masih banyak lagi kelucuan lainnya dari singkatan ini.

Nah, terbersit di benak tentang CLBK versi saya sesuai judul.

Cinta, takkan habis dikisahkan, dikupas, dirasa, dibahas. Karena setiap detik kita selalu dibalut cinta. Buktinya, Kompasiana menyediakan kategori LOVE buat para kompasianers dan para pembaca.
Cinta bisa hadir pada setiap aktivitas kita, termasuk cinta baca dan cinta nulis. Gandrung dengan hobi juga lahir dari cinta, kan?

Cinta, saya membahasnya dari sebuah kasih sayang yang lahir dari hati. Muncul dengan tulus. Daya tarik-menarik. Setiap makhluk memiliki kekuatan ini.  Termasuk juga manusia dengan dua lawan jenis. Cinta hadir ditengah mereka. Demikian juga pastinya saya merasakannya. Normal lah! Hahaha.

Ketika seorang lelaki menyatakan cinta kepada saya, takmelulu saya melihatnya dari sekedar suka. Akn terlihat sejauh mana ia mengejawantahkan dalam bentuk tanggung jawab, komitmen, keteguhan dan kesetiaan. Bukan sekedar gombalan dan rayuan di bibir saja. Karena itulah, ketika sang Lelaki memantapkan diri untuk meminang, saya persilakan dia mengajukan lamaran.

Lamaran, tentu saya terima dengan ikhlas atas dasar persetujuan berdua dalam melangkah jenjang yang lebih serius di hadapan Allah Maha Penyayang, Pemilik Cinta yang Dia sisipkan pada setiap makhluk-Nya.

Permintaan untuk meminang bukanlah hal yang ringan, karena kelak takhanya menyatukan dua insan yang saling mencinta, justru jauh lebih bermakna menyatukan dua keluarga. Cinta yang semakin meluas, tak hanya aku dan kau, tapi kita.

Begitu banyak pemuja, melontar kata cinta, tapi mengajukan pinangan belum tentu dilakukan. Ada saja yang harus dipikirkan, ditimbang, dimasak, aih, lama-lama digoreng hangus juga, Bang. Banyak cakap cinta dan timbang rasa,  tak jadi jua kita menikah!

Bahagia, itulah damba setiap pasangan yang dimabuk cinta dan berlumuran kasih sayang. Disaksikan keluarga, kerabat dan sahabat, takterkira pancaran syukur dari seluruh hadirin yang turut mendoakan. Ya, cinta yang sejatinya nikmat direguk saat SAH akad terucap. 

Bahagia tak hanya milik pasangan pengantin, jua milik semua yang merasakan lanjutan kehidupan anak manusia dalam mengarungi bahtera berikutnya. Doa terpanjatkan atas rasa bahagia yang lahir dari cinta. Demikianlah agama mengajarkan agar pasangan mendapatkan kehidupan yang  Sakinah, Mawaddah, Warahmah (tentram, penuh kasih sayang dan berkah dari Allah)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x