Mohon tunggu...
Sigit
Sigit Mohon Tunggu... Wiraswasta - Mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan

Dibalik kesuksesan seorang anak ada doa ibu yang selalu menyertainya, kasih sayangnya takan pernah luntur, dan takan tergantikan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Istri "Ngidam", Kini Suami Tak Perlu Repot Lagi

7 Maret 2018   05:22 Diperbarui: 7 Maret 2018   05:59 1921
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar | Islalisa.com

Masa kehamilan wanita, atau seorang istri adalah momen yang sangat di tunggu-tunggu oleh para suami. Apalagi kehamilan yang baru pertama kalinya, tentu perhatian yang kita berikan sangat ekstra dalam merawat serta menjaganya. Bukan hanya istri, biasanya suami malah lebih cerewet melebihi sang istri, orang tua, bahkan mertua sekalipun.

Masa kehamilan biasanya akan di lewati dengan susah payah, berbagai macam fenomena seperti yang paling umum terjadi yaitu ngidam. Ngidamnya wanita hamil pun beraneka ragam, malah terkadang tak masuk di akal bagi sebagian suami. Saat masih berstatus lajang, saya pernah membayangkan jika punya istri kemudian ngidam saat hamil, pasti akan saya usahakan untuk mengabulkan apapun permintaannya.

Sering lihat iklan wanita ngidam saat hamil, dan meminta suaminya untuk membelikan makanan kan!, setelah pulang membawa apa yang di mau, eh malah tidak di makan. Apesnya malah minta ganti jenis makanan yang lain, pasti ngeselin banget. Sudah jauh-jauh tempat belinya, hujan badai pun di terjang (mulai lebai), sudah senang-senang karena yang di mau istri ada, eh malah hilang selera 'katanya'.

Tapi tenang hal itu tidak terjadi dengan saya, hal tersebut mungkin hanya ada dalam iklan saja. Kalaupun ada yang pernah mengalaminya, saya yakin suami yang baik tidak akan keberatan apalagi menggerutu. Saya masih ingat ketika istri hamil anak pertama, ada salah satu keinginanya, ia kepingin makan buah kiwi. Buah yang agak susah dicari, paling ada di Mall besar di daerah Bekasi, sedang saya bertempat tinggal di Cibitung.

Pertama saya cari di sekitaran Cikarang tapi hasilnya nihil, sampai akhirnya saya dan istri pergi ke Bekasi. Singkat cerita kami-pun mendapatkannya, langsung pulang, istri senang dapat terwujud keinginannya. Saya sebenarnya tidak begitu paham, mengapa ibu hamil kalau ngidam ko aneh-aneh. Permintaanya sih masih bisa di turutin, tapi waktu mintanya yang kadang kebangetan, tengah malam minta makanan ini, itu, pagi buta pengen minum air kelapa muda (stres suami hahaha).

Setelah baca beberapa artikel di media online, baru paham tentang fenomena ngidam saat hamil. Ada penelitian yang mengatakan bahwa saat ngidam jenis makanan tertentu, sebenarnya tubuh ibu hamil sedang membutuhkan zat gizi yang  terdapat di makanan tersebut., begitu kira-kira penjelasan singkatnya. Jadi untuk Anda para pria yang baru menikah, harus mencari tahu tentang kehamilan seorang perempuan, agar tidak binggung saat istri ngidam saat hamil.

Saya bersyukur banget, istri saya nggak terlalu neko-neko saat ngidam hamil anak pertama dulu. Tapi banyak juga suami yang tidak peka dengan keinginan istri saat hamil, termasuk saya mungkin. Jadi buat calon ayah, pesan saya harus lebih peka terhadap keinginan istri saat hamil. 

Kata orang dulu, kalau ngidamnya nggak kesampaian, nanti anaknya ngeces terus. Saya sih menganggap ngidam sesuatu itu bonus buat istri ketika sedang hamil, selama masih ada rezeki turuti saja apa maunya, bereskan.

Jaman now, dengan kemajuan teknologi yang gila-gilaan, kemudahan dalam bertransaksi secara online sangat jamak di lakukan. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, dunia usaha tak lagi memerlukan tempat untuk memasarkan jualanya. Selain toko online, ojek online yang membantu mempermudah kita membeli sesuatu yang di butuhkan. 

Media sosial juga tak ketinggalan tentunya. Di perumahan tempat tinggal saya, ada di buat group jual beli menggunakan media sosial facebook khusus perumahan. Nyaris tiap hari selalu ramai, dari pagi hingga malam member group sibuk menawarkan dagangannya. Mulai bahan makanan, sampai makanan siap santap pun ada dijual. Belum lagi barang-barang keperluan rumah tangga, elektronik, pokoknya semua lengkap.

Ibu-ibu tak perlu repot masak kalau lagi malas di dapur, tinggal pesan saja, lalu akan di antar langsung ke rumah. Tak perlu Biaya tambahan, cukup menebus harga makanan saja. Semua serba gampang, praktis. Tapi, kabar buruknya ibu-ibu jadi malas untuk repot di dapur (eeh).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun