Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#Email: vicksigit@gmail.com#Dulu sempat membidangi Humas dan Media#Sekarang Membidangi Seni dan Hiburan#

#Menulis sesuai suara hati,kadang sangat kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan pernah membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Legacy Jokowi, Jadi "Bapak Infrastruktur" ataukah "Bapak Kesehatan" Indonesia?

18 September 2020   21:29 Diperbarui: 18 September 2020   21:37 191 22 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Legacy Jokowi, Jadi "Bapak Infrastruktur" ataukah "Bapak Kesehatan" Indonesia?
Presiden RI Joko Widodo (@jokowi) /instagram @jokowi/via pikiranrakyat.com

Jadi "Bapak Infrastruktur" ataukah jadi "Bapak Kesehatan Indonesia"? Ya, begitulah kira-kira yang penulis ungkapkan terkait legacy Jokowi.

Seperti diketahui Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan visi dan misinya, agar Indonesia menjadi negara maju sebelum 2045 dan salah satu dari lima ekonomi terbesar di dunia.

Sehingga untuk mewujudkan visi dan misinya tersebut, Jokowi membangun berbagai proyek infrastruktur maupun proyek konstruksi.

Berbagai proyek infrastrukturpun dibangun, seperti, jalan Tol di berbagai wilayah, Kereta Moda Raya Terpadu (MRT), pembangunan bandara, pelabuhan, proyek ibukota baru dan proyek Infrastruktur lainnya.

Sehingga Jokowi membuka seluas-luasnya keterlibatan para investor asing, sebagai alat yang berguna untuk mempercepat rencana membangun infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa memengaruhi anggaran nasional.

Bahkan, Jokowi juga berhasil mendorong nasionalisasi proyek-proyek penting yang dikembangkan oleh luar negeri, mulai dari tambang emas dan tembaga Grasberg besar di Papua, yang sebelumnya dikendalikan oleh grup Amerika Serikat Freeport-McMoran, hingga blok gas Mahakam, yang sebelumnya dimiliki oleh Total Prancis.

Di sinilah kiranya Jokowi sebenarnya bisa dikategorikan sebagai pemimpin yang taktis dan strategis, berjuang untuk memastikan masa depan yang layak bagi rakyat.

Namun, ada yang patut disayangkan, kebijakan yang tidak konsisten masih menjadi sedikit kelemahan Jokowi, masih cenderung lompat dari satu masalah ke masalah lain.

Akan tetapi, bisa jadi itu bukan tanpa sebab, bisa dimungkinkan ada keterlibatan peran dari para pembisiknya, termasuk para pejabat yang ada di sekitarannya.

Sehingga terkadang publik jadi memberi penilaian minor, bahwa Jokowi itu keras kepala, kalau sudah memutuskan sesuatu, sangat sulit untuk mengubah pikirannya.

Lalu seiring waktu, tetiba pandemi COVID-19 datang melanda Indonesia, dan berpotensi menyulitkan pencapaian visi dan misi Jokowi, termasuk berpotensi menghambat mimpi Jokowi dalam rangka membangun "Jokowipolis" alias ibukota baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x