Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#Dulu membidangi Humas dan Media#Sekarang Membidangi Seni dan Hiburan#

#Menulis sesuai suara hati,kadang kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Ketika para Bedebah Membanjiri Negeri

27 Januari 2020   00:49 Diperbarui: 27 Januari 2020   01:02 426 33 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Ketika para Bedebah Membanjiri Negeri
Ilustrasi gambar | Dokumen Nusantaranews.com

Bedebah!
Ada banyak pejabat hebat, tapi tak ubahnya seperti begal.
Ada banyak birokrat hebat tapi tak ubahnya seperti rampok.
Kalian dipercaya tapi justru berkhianat.
Kalian justru korupsi, membegal dan merampok rakyat.
Apakah kalian buta, apakah kalian tuli.
Tak kalian lihatkah, masih banyak rakyatmu yang susah membeli beras.
Tak kalian dengarkah, banyak anak anak mereka merintih kelaparan karena kekurangan makan.

Bedebah!
Katanya pejabat dan birokrat itu berhati malaikat, membela kepentingan rakyat.
Tapi kenapa justru saat kalian punya kuasa, justru naif dan laknat.
Kalian lupa diri, kalian malah korupsi.
Dimana letak nurani kalian, dimana.
Apakah kalian sesungguhnya bukan manusia.
Apakah kalian sebenarnya iblis berwujud manusia.

Ini bukan makian, bukan pula umpatan, tapi ini realita.
Sampai kapankah para bedebah koruptor membanjiri negeriku ini.
Entahlah,,,

------------
Catatan wong cilik, tentang keprihatinan ulah para oknum koruptor.

Sigit Eka Pribadi.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x