Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Jadikan pekerjaan itu seni&hobi.

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Menyikapi Saat-saat yang Menyebalkan Dalam Pekerjaan

9 September 2019   20:54 Diperbarui: 9 September 2019   21:01 0 20 8 Mohon Tunggu...
Menyikapi Saat-saat yang Menyebalkan Dalam Pekerjaan
Ilustrasi sedang sebal | Dokumen milik thumbor-medkomtek.com

Tentunya dalam rutinitas kerja sehari-hari di kantor ada saja kalanya anda mengalami saat-saat yang menyebalkan.

Anda pasti pernah menghadapi situasi, dimana pekerjaan sedang menumpuk dan menjelang deadline waktu, tapi ada saja beberapa pekerjaan insidentil lainnya yang tiba-tiba saja datang pada anda tanpa diprediksi.

Pastinya tugas tersebut akan semakin menambah beban kerja semakin meningkat, tatkala Anda sedang sibuk-sibuknya fokus dan konsentrasi mengerjakan berbagai tugas pekerjaan bidang anda, ternyata ada beberapa tugas insidentil lainnya yang dibebankan pada Anda.

Bahkan beberapa pekerjaan yang baru saja datang tersebut terkadang harus menyita waktu anda yang tidak sedikit atau malah membuat Anda meninggalkan pekerjaan Anda.

Atau malah ada saja situasi ketika rekan kerja yang tiba-tiba datang menghambat pekerjaan anda, padahal terkadang rekan kerja tersebut hanya sekedar bertanya saja atau mengajak berdialog sederhana saja serta sekedar minta tolong sedikit bantuan.

Akan tetapi rasanya saat itu bagi anda momennya begitu terasa kurang pas karena mengganggu dan memecah fokus serta konsentrasi anda dalam mengerjakan tugas anda.

Belum lagi ditambah ada pesan whatsapp dan dering ponsel yang datang dari pacar, suami, istri, anak atau kerabat maupun rekan kerja dan orang-orang lainnya yang juga datang disaat-saat kesibukan anda dan momennya dirasa kurang pas saat itu.

Nah, pastinya rasanya sangat menyebalkan sekali bukan?

Anda dalam hati pasti bergumam, aduh belum juga kerjaan ini selesai datang pula beberapa pekerjaan lain, gak liat apa, ini lagi sibuk dan fokus nyelesaikan kerjaan, yang ini aja belum kelar, kok ya datang kerjaan lainnya. Gak ngerti banget sih?

Ini juga nih si orang satu ini, nambahin ribet, padahal tau juga orang lagi sibuk, datang nanya-nanya, coba nanti dulu tanyanya atau minta tolongnya nanti kan bisa, liat situasi coba, gak pas banget sih?

Aduh ini juga ngapain juga whastapp datang melulu handphone bunyi melulu, ngechat apa sih, mau ngomong apa sih, gak tau apa, ini loh lagi kerja coba nanti aja, ntar kan juga pulang ke rumah, ntar kan juga bisa ketemu, kok kayak ga ada waktu lain aja sih?

Dan dapat dipastikan kalau anda menuruti semua itu kerjaan pokok anda jadi tertunda, karena sementara waktu harus ditinggalkan untuk mengerjakan tugas yang lainnya, melayani pertanyaan teman dan menolong teman serta menjawab pesan ataupun mengangkat ponsel.

Sekalinya balik lagi ke pekerjaan semula jadi lupa, sampai dimana juga tadi pekerjaan, tadi sedang apa, kadang yang sering terjadi malah lupa dan blank, jadi musti mengingat lagi, mikir lagi sedikit atau mereview lagi pekerjaan agar tersambung lagi menuju fokus dan konsentrasi semula.

Kalau sudah begini, pasti rasanya saat itu sebel banget, fokus dan konsentrasi hancur, kepala rasanya mumet, pengen teriak, pengen marah, tapi tak terlampiaskan, pokoknya jengkel banget sampai ke puncak.

Kemudian juga kalau terus-terusan menuruti dan memendam rasa sebal itu, bisa membuat mood jadi hilang, yang tadinya semangat karena sudah fokus dan konsentrasi, gegara terusik pasnya mau kerja lagi jadi bad mood.

Situasi dan kondisi ini pastinya banyak dialami oleh karyawan ataupun pegawai. Oleh karena itu, dalam menyikapi rasa sebal tersebut maka perlu melihat dari berbagai sudut pandang apakah mengenai rasa sebal itu memang harus dikedepankan atau dikebelakangkan.

Memang sih dalam kondisi emosional seringkali muncul rasa sebal kalau kondisinya seperti diatas tadi, tapi kalau lebih diresapi lagi dengan bijak maka rasa sebal itu tak perlu dilakukan. nah berkaitan dengan itu, semoga apa yang penulis bagikan ini dapat bermanfaat.


Nah sebelum anda merasa sebal dan terlanjur baad mood, maka perlu menjadi wawasan dan catatan penting, biasanya kebanyakan tugas yang datang insidentil merupakan tugas yang bersifat penting atau harus segera diselesaikan saat itu juga.

Dan biasanya juga tugas itu dapat dipastikan akan datang langsung dari unsur atasan Anda. Meskipun juga kadang delegasi tugas itu didisposisi secara berjenjang melalui staf per staf organisasi.

Jadi, walaupun anda sedang fokus dan konsentrasi pada pekerjaan pokok anda dan ada datang pekerjaan insidentil lainnya yang didelegasikan kepada anda dan tugas tersebut ternyata di disposisi oleh atasan kepada Anda atupun langsung datang melalui perintah lisan kepada Anda, maka jauhkanlah rasa sebal itu dari dalam diri Anda, jangan pernah menggerutu, jangan pernah mengeluh.

Ikhlas, Tetaplah Kerjakan dan terima pekerjaan itu dengan penuh rasa ikhlas dan tanggung jawab, tinggalkan dulu pekerjaan pokok yang saat itu anda sedang kerjakan dan jangan sampai anda menolaknya, mengapa?

Karena disaat itulah nilai kepercayaan atasan sedang bertitik tumpu pada anda, jika anda mampu mengerjakannya dan menyelesaikannya sesuai dengan apa yang diperintahkan dan sesuai keinginan maka anda menjadi karyawan atau pegawai yang sangat bernilai tinggi.

Meskipun saat anda menjalankan kepercayaan atasan tersebut memang tidak semudah yang dibayangkan, namun ketika anda dalam kondisi sesibuk apapun dalam pekerjaan pokok anda sekalipun akan tetapi anda tetap memiliki loyalitas dan totalitas yang tinggi dalam mengerjakan tugas insidentil tersebut. Maka disitulah sejatinya yang dapat mendukung karier anda ke depan.

Mungkin pekerjaan utama anda akan terbengkalai atau bahkan lewat dari deadline, tapi selama pekerjaan pokok anda masih tersisa waktu dan bisa dilembur maka kerjakanlah dengan dilembur, karena menurut beberapa pengalaman penulis dan melihat rekan kerja lainnya, ketika pekerjaan pokok harus dilembur, ternyata dapat juga terselesaikan sebelum deadline.

Akan tetapi bila memang pekerjaan pokok anda tidak selesai dan melewati deadline maka dalam hal ini tidak perlu panik. Tetaplah tenang dan tegar, menghadaplah dengan penuh lapang dada, katakan apa adanya kepada atasan anda, mohon maaflah bahwa pekerjaan pokok anda tidak selesai, tidak perlu memberikan alasan mengenai tidak selesainya pekerjaan pokok anda biarkan atasan yang menanyakan pada Anda.

Karena biasanya, dalam situasi ini maka  atasanlah yang akan langsung insiatif menanyakannya. Kenapa perkejaan anda tidak atau belum selesai.

Nah, ketika ditanya seperti ini maka jawablah dengan tetap bersikap rendah hati jangan pernah mencari pembenaran dan berkilah, maka jawablah dengan santun seperti, siap/ya bapak, saya salah, saya mohon maaf, saya mohon petunjuknya bapak.

Menurut pengalaman penulis bila anda tetap bersikap rendah hati, menerima dengan lapang dada dan mengakui kesalahan anda, maka atasan anda pasti tidak akan marah pada anda.

Atasan anda pasti akan berpikir dan mempertimbangkannya pasti ada penyebabnya dan tentunya atasan akan dapat mengingat kalau anda pernah mendapat beberapa delegasi tugas darinya yang mendadak.

Biasanya dalam situasi ini atasan anda akan memaafkan atau memakluminya serta akan memberikan tenggat waktu lagi untuk menyelesaikan pekerjaan pokok anda, dan setelah ini biasanya juga atasan anda sementara waktu tidak akan mendelegasikan tugas insidentil lainnya pada anda, karena tau bahwa Anda sedang dalam proses menyelesaikan pekerjaan pokok Anda.

Jadi menurut pengalaman penulis inilah cara pertama mengatasi rasa sebal Anda ketika tugas insidentil didelegasikan pada anda, karena kalau anda menanggapinya dengan rasa sebal dan dengan perasaan tidak terima bahkan malah menolaknya.

Maka dapat dipastikan, eksistensi anda didalam perusahaan atau instansi lainnya tidak akan berumur lama atau karier anda akan begitu-begitu saja bahkan anda tidak akan punya nilai kualitas dan nilai kinerja yang baik.

Ilustrasi sedang sebal | Dokumen milik Civimi.com
Ilustrasi sedang sebal | Dokumen milik Civimi.com


Kepercayaan atasan itu mahal sekali harganya dan tinggi nilainya, sekali atau dua kali anda mengkhianatinya, atasan tidak akan pernah mempercayai anda lagi dan tentunya nasib karier anda kedepan akan menjadi suram.

Akan tetapi kalau anda tetap tulus ikhlas menerimanya maka niscaya anda akan sangat bernilai tinggi dan tentunya atasan anda akan mempertimbangkan dan merekomendasikan karier anda kedepan karena anda dapat dipercaya.

Lalu bagaimana kalau ada rekan kerja yang tiba-tiba datang mengusik kesibukan anda mengerjakan tugas pokok datang disaat yang tidak tepat. Maka lihatlah dahulu apa urgensinya dia datang pada anda.

Kalau dia hanya sekedar mengajak ngobrol, atau bertanya-tanya yang tidak urgen, maka anda bisa dengan halus menolaknya, tunjukan saja secara bahasa gestur dan tutur kata yang sekenannya dalam menjawab.

Maka dalam hal ini, rekan kerja akan dengan sendirinya menyadari bahwa situasi anda saat itu sedang sibuk dan tidak ingin diganggu dan pastinya akan segera menyingkirkan diri dari hadapan anda.

Tapi kalau ada rekan kerja yang datang memohon bantuan dan minta tolong pada anda baik itu yang berkaitan dengan pekerjaan atau diluar pekerjaan.

Maka lapangkanlah hati sebisa mungkin luangkan waktu untuk menolongnya, sekiranya memang urgen sekali maka tinggalkan pekerjaan anda untuk sementara waktu.

Anda menolong rekan anda disaat-saat dia sangat membutuhkan, itu akan selalu diingatnya sepanjang masa, dia akan merasa berhutang budi pada anda, suatu saat dikala anda membutuhkan bantuan padanya, maka pasti dia akan membalasnya lebih dari apa yang pernah anda lakukan pada Anda.

Atau bisa saja suatu saat anda akan dapat memetik hasil dan hikmah, buah ketulusan dan keikhlasan anda dikemudian hari, meskipun bukan datang langsung darinya, maka bisa saja akan datang pada anda suatu rezeki yang datangnya tidak disangka-sangka dari orang lain.

Lantas bagaimana disaat anda sedang sibuk-sibuknya datang pesan whatsapp dan dering ponsel yang datang dari pacar, suami, istri, anak, kerabat atau rekan kerja dan orang-orang lainnya.

Dalam situasi ini, bagi anda yang masih single, bila pesan dan dering ponsel datang dari pacar anda, itu pertanda anda sedang mendapat perhatian lebih darinya dan juga si dia ingin diperhatikan.

Maka jangan sampai kepercayaan itu hilang, tetaplah berikan perhatian khusus, luangkan waktu sejenak meskipun harus sedikit mengorbankan waktu anda balaslah dan jawablah pesan dan dering ponsel tersebut.

Katakanlah dengan penuh perhatian bahwa anda saat ini sedang deadline pekerjaan katakanlah nanti akan dikabari bila sudah ada waktu luang dengan penuh pengertian.

Tentunya menurut pengalaman penulis dulu sewaktu masih jenjang pacaran, maka pasangan akan dapat memahami dan mengerti. Meskipun tak lama setelah itu terkadang ada saja masih si dia berkirim pesan dan menghubungi anda.

Ini karena yang namanya sedang jatuh cinta itu waktu sejam rasanya berjam-jam, maka bila anda sedang single maklumilah hal itu, tak perlu sebal, karena disaat-saat itulah anda bisa menentukan sejatinya hubungan anda akan dibawa kemana kedepannya dan semuanya juga tergantung komitmen anda bersama.

Lalu kalau pesan whatsapp dan dering ponsel datang dari suami atau istri maupun anak anda, maka anda harus wajib menjawabnya dengan penuh humanis. Sesibuk apapun itu anda, jangan pernah menimbulkan kesan rasa sebal atau tidak berkenan.

Karena ketika sudah berumah tangga, maka inilah yang menentukan masa depan anda yang sesungguhnya, hanya keluargalah yang akan selalu ada untuk anda apapun kondisi anda.

Apalagi semua jerih payah anda adalah anda persembahkan untuk anak dan istri Anda, jadi jagalah dan utamakan anak dan istri anda apapun itu kesibukan pekerjaan anda.

Kemudian bagaimana bila datang dari kerabat maupun rekan kerja dan orang-orang lainnya, maka dalam hal ini dapat dilihat lagi dari sisi dua hal yaitu pesan dan dering telepon.

Kalau melalui pesan biasanya apa yang disampaikannya itu tidak merupakan sesuatu yang urgen sehingga anda bisa saja membalas pesan tersebut dengan menyampaikan anda sedang sibuk.

Dan bilapun pesan tersebut datang lagi pada anda, maka anda boleh mengabaikannya. Ini karena anda sudah mengkonfirmasinya dengan pesan bahwa anda sedang sibuk.

Tapi kalau ponsel berdering maka tetaplah jawab ponsel tersebut dan menberikan informasi bahwa anda sedang sibuk, serta menyampaikan nanti akan dihubungi kembali.

Mengapa harus tetap dijawab, ini karena bisa saja ada rezeki yang datang melalui dering telepon tersebut, atau ada hal penting lainnya. Karena kalau orang sudah menelpon itu pasti sedang butuh anda. Nah setelah dijawab maka disitulah anda akan tau bagaimana urgensinya pembicaraan melalui hubungan ponsel tersebut.

Jadi, menyikapi saat-saat yang menyebalkan dalam pekerjaan itu, intinya adalah butuh sikap yang arif dan bijak dengan megedepankan sisi humanis, wawasan yang berpikir positif, cermat dalam mengambil keputusan serta mengutamakan dengan hati dan nurani.

Nah, inilah kiranya sedikit pengalaman yang dapat penulis bagikan, semoga saja tulisan panjang lebar dan masih banyak keterbatasan ini dapat memberikan manfaat.

Hanya berbagi.

Sigit.