Mohon tunggu...
Sherrin Salim
Sherrin Salim Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Life's about experiments, the more the better.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Akhirnya Bahasa Melayu Pontianak Resmi Menjadi Budaya Nasional

18 Desember 2020   22:30 Diperbarui: 18 Desember 2020   22:35 320
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Keberagaman Budaya Pontianak /Kolase Penulis 

Bahasa Melayu yang menjadi ciri khas dari masyarakat Pontianak kini telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, dilansir dari berita yang ditayangkan oleh Pemerintah Kota Pontianak pada 9 Oktober 2020 dimana berita ini menunjukkan pentingnya bahasa sebagai identitas lokal masyarakat (Ibrahim, 2020).

Secara definitif, bahasa merupakan kemampuan berpikir teratur dan sistematis yang dilakukan manusia untuk berinteraksi satu sama lain (Effendi & Wahidy, 2019). Melalui kemampuan berbahasa ini, manusia dapat menyampaikan dan meneruskan informasi dari generasi yang satu ke generasi berikutnya serta mengembangkan kebudayaannya. 

Tanpa kehadiran bahasa, nilai-nilai budaya dari generasi terdahulu dapat punah dan hilang karena tidak diwariskan kepada keturunan berikutnya. Seperti pendapat Schultz dan Lavenda bahwa “Setiap orang menggunakan bahasa dalam menyandikan pengalaman mereka, menyusun pemahaman tentang dunia dan diri mereka sendiri, dan terlibat secara interaktif dengan sesama” (dalam Samovar & dkk, 2017).

Bahasa memberikan kemampuan bagi manusia untuk menyampaikan perasaannya, keyakinan, nilai, sikap, pandangan dunia, identitas, emosi, dan aspek pribadinya terhadap orang lain. Sehingga bahasa dan budaya merupakan dua aspek yang tidak terpisahkan karena bahasa merupakan cerminan budaya yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi melalui bahasa itu sendiri.

Berangkat dari definisi inilah dapat dianalisis bahwa kemampuan berbahasa Melayu bagi masyarakat Pontianak merupakan budaya yang telah diwariskan secara turun menurun yang kemudian menjadi identitas bagi masyarakat Pontianak karena bahasa Melayu telah digunakan sehari-hari sebagai sarana untuk berinteraksi satu sama lain.

Berdasarkan sejarah, bahasa Melayu Pontianak sudah ada sejak dulu dimana cikal bakal Kota Pontianak berasal dari berdirinya Kesultanan Kadriah yang identik dengan bahasa Melayu. Sehingga bahasa Melayu tentu memiliki tempat khusus bagi masyarakat Pontianak karena budaya inilah yang membangun masyarakat Pontianak saat ini.

Melalui kemampuan berpikir yang teratur dan sistematis, nenek moyang masyarakat Pontianak dapat menyampaikan dan meneruskan budaya bahasa Melayu dari generasi ke generasi hingga saat ini pun bahasa Melayu masih terjaga kelestariannya.

Apabila kalian berkunjung ke Pontianak tentu keberadaan bahasa Melayu ini masih akan sangat kental dan terasa, hal inilah yang menjadi kekhasan dari Kota Pontianak dimana bahasa Melayu merupakan sarana kami untuk menyampaikan perasaan, emosi, sikap terhadap perubahan dunia yang dinamis.

Kota Pontianak terdiri dari banyak suku, mulai dari Tionghua, Melayu, Dayak, Batak dan banyak lainnya, namun perbedaan suku ini tidak menghalangi masyarakat Pontianak di luar Suku Melayu untuk menggunakan bahasa Melayu dalam kesehariannya.

Saya yang merupakan keturunan Tionghua juga menggunakan bahasa Melayu ketika berinteraksi dengan masyarakat dari suku lain sehingga keberagaman suku di Pontianak sangat menarik apabila ditelaah lebih lanjut karena meskipun latar belakang sukunya berbeda-beda, masyarakat Pontianak tetap menggunakan bahasa Melayu Pontianak dalam kesehariannya. Secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa bahasa Melayu Pontianak-lah yang mempersatukan masyarakat Pontianak yang multikultural.

Umumnya dalam pergaulan sehari-hari di Pontianak, pengunaan bahasa Melayu baik lisan maupun tulisan sudah menjadi kewajiban masyarakat lokal terutama beberapa kosa kata atau frasa yang memang cocok untuk mengungkapkan perasaan dan suasana yang ingin dikatakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun