Mohon tunggu...
Mirza Sharz
Mirza Sharz Mohon Tunggu... Blogger Fulltimer -

Mirza Sharz adalah seorang mantan pemandu ekowisata, admin situs Direktori Indonesia dan Jasa SEO di Bekasi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Tilang Online, Sudahkah Bebas Calo dan Antre? Ini Dia Faktanya...

7 April 2017   10:06 Diperbarui: 7 April 2017   13:35 1544 4 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Matahari pagi masih terasa hangat sewaktu aku berangkat dari kediamanku di Harapan Jaya Bekasi menuju rumah kawan lamaku, Indra Kusumah yang punya situs Direktori Wisata Indonesia di Cibubur.

Seperti biasa, aku mengambil rute Jalan Caman – Jl. Dr Ratna – Jalan Kodau – Jl. Kampung Sawah dan Jalan Pabuaran. Namun karena sudah cukup lama tidak berkunjung ke Cibubur, dari Jalan Rawa Dollar aku tidak belok kanan ke Jalan Ganceng tapi justru belok kiri ke Jalan Raya Kranggan sehingga terpaksa harus melewati Jalan Alternatif Cibubur yang sering dilakukan razia polisi lalu lintas.

Seorang pengendara ojek online berseragam hijau hitam sempat memberi aba-aba agar aku memutar balik sewaktu aku berpapasan dengannya beberapa meter sebelum persimpangan Jalan Raya Kranggan dan Jalan Alternatif. Tapi aku mengabaikannya karena aku memakai helm, SIM dan STNK. Sepeda motorku juga dalam kondisi sangat baik dengan plat nomor yang  masih jauh dari kedaluwarsa. Tapi satu hal yang aku lupa, SIM ku ternyata sudah tidak berlaku lagi.

“Selamat pagi, maaf mohon minggir sebentar pak.. “ kata pak polantas setengah baya dalam logat Jawa yang masih kental itu ramah.
“Maaf pak, boleh saya lihat SIM dan STNK nya?” tanya polantas berperawakan sedang itu singkat.
Dengan percaya diri akupun segera merogoh dompet dan menyerahkan SIM dan STNK sepeda motor ku kepadanya.
Dalam hitungan detik, pak polantas itu lalu berkata: ”Bapak saya tilang ya..”
“Lho, emang kesalahan saya apa pak?” Tanya saya bingung.
Dengan senyum ramah, pak polantas itu menjawab tegas:”SIM bapak sudah habis masa berlakunya pak, ini lihat tuh.. “ katanya sambil menunjukkan tanggal masa berlaku SIM ku.
“Waduh.. pak, gimana ya? Mana uang yang saya bawa tinggal sedikit lagi.. “ kataku dengan nada minta dikasihani.
“Lho, saya kan nggak minta uang pak.. “ katanya sambil menyodorkan surat tilang berwarna biru untuk aku tandatangani

surat-tilang-mirza-sharz-58e7117d6ea834bf048b456d.jpg
surat-tilang-mirza-sharz-58e7117d6ea834bf048b456d.jpg
.

Dalam hati aku salut juga sama pak polantas yang sopan tapi tegas ini, oleh sebab itu sebelum pergi aku mohon ijin untuk mengambil fotonya.
“Oalah.. baru kali ini ada orang ditilang malah motret aku rek..” sahutnya dalam logat Jawa Timur.
“Nyantai aja pak, ini sekedar buat kenang-kenangan aja koq.. ” jawabku basa-basi. Padahal maksudku mengambil gambarnya untuk antisipasi seandainya STNK motor ku yang disitanya tidak ada setelah aku membayar denda tilangnya nanti.

Singkat cerita setelah menunggu selama dua minggu, tibalah saatnya aku mengurus denda tilang pada hari Jum’at, 31 Maret 2017 di kantor PN Jakarta Timur sebagaimana yang tertulis pada surat tilang. 

Dari hasil Googling, aku mendapat informasi  bahwa sejak  tanggal 27 Januari 2017 Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah melakukan Pelaksanaan Penyelesaian Perkara Lalu Lintas/Tilang Cara Baru sesuai Peraturan Mahkamah Agung No.12 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Lalu Lintas. Tanpa menunda lagi akupun langsung mengunjungi website http://tilang.pn-jakartatimur.go.id untuk mengecek berapa denda yang harus aku bayar. Namun sayangnya malam itu website tersebut hanya menampilan gambar cemen dan tulisan pemberitahuan:

We’ll be back soon!

Maaf untuk pemutakhiran data tilang, website tilang PN Jakarta Timur dinonaktifkan sementara. dan akan aktif kembali hari Jum'at besok pukul 08.00 WIB!

Dok.pribadi
Dok.pribadi
Keesokan harinya, sekitar jam 08.10 aku buka lagi website http://tilang.pn-jakartatimur.go.id tapi sampai jam 08.30 URL nya masih diredirect ke halaman maintenance di http://tilang.pn-jakartatimur.go.id/maintenance.html 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan