Mohon tunggu...
shantana wira
shantana wira Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Aplikasi Penerapan Teori Persuasi dengan Iklan Layanan Masyarakat

28 September 2017   21:24 Diperbarui: 28 September 2017   21:31 1093
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Permasalahan tentang lingkungan masih terus menjadi hal yang cukup hangat diperbincangkan oleh beberapa pihak. Kerusakan-kerusakan alam yang kemudian ikut timbul dari permasalahan ini cukup membuat masyarakat dan pihak lainnya gelisah. Perkara lingkungan ini sendiri dapat berdampak pada kehidupan masyarakat dengan jangka waktu tertentu. 

Ketakutan yang dirasakan ini kemudian coba untuk disampaikan beberapa pihak, misalnya seperti pihak perfilman yang membuat film 2012. Dari film itu sendiri kita dapat melihat damak yang dapat terjadi apabila lingkungan dan alam kita sudah mengalami kerusakan. Pihak lainnya juga kemudian mencoba untuk terus membuat sebuah solusi untuk menangguangi permasalahan ini. Menggunakan media, seperti iklan atau poster kemudian menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mengajak pihak lainnya untuk menjalankan upaya pelestarian lingkungan.

Public Service Annoucement (PSA) dirancang untuk menginformasikan dann melakukan sebuak induksi kepada masyarakat umum tanpa mementingkan sebuah usaha komersil mereka. PSA sendiri apabila di artikan dalam bahasa Indonesia adalah Iklan layanan Masyarakat (ILM). ILM sendiri dianggap memiliki sebuah keunggulan dalam hal promosi untuk mengubah prilaku masyarakat. 

Informasi yang bisa dikonsumsi secara berulang-ulang dipercaya mampu untuk menarik perhatian masyarakat secara lebih luas. Penggumuman, misalnya dengan menggunakan iklan mengenai lingkungan bisa jadi dapat memberikan efek positif pada masyarakat dari pada cara lain. Cukup banyak masyarakat yang tertarik pada hal tersebut, terutama jika dibuat menjadi lebih kreatif dan semenarik mungkin.

Iron Eyes Cody meruakan sebuah pesan iklan yang menampilkan sebuah lingkungan yang kotor penuh dengan sampah. Iklan ini sendiri sempat menjadi sesuatu yang viral dikarenakan isi ceritannya yang sangat relevan dengan situasi yang ada pada saat itu. Iklan ini juga dianggap dapat memunculkan reaksi emosianal dari seseorang yang melihatnya. 

ILM yang satu ini bisa dibilang juga memiliki pesan yang sangat kuat. Ada sekitar 50 juta orang di Amerika yang melihat iklan ini dan itu sendiri kemudian memiliki sebuah makna, bahwa masyarakat kemudian tertarik untuk melihat sesuatu tentang lingkungan dalam bentuk sebuah iklan. ILM kemudian menjadi lebih efektif untuk menarik perhatian dari masyarakat untuk lebih peduli.

Berbeda dengan iklan komersil, Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dirancang untuk tidak mengambil keuntungan atau profit dari publik. yang lebih ditekankan di dalmnya sendri adalah membentuk sebuah sikap dan prilaku masyarakat ketika melihat iklan. Pesan yang dirancang sedemikian rupa memiliki unsur persuasi untuk dapat merubah prilaku seseorang dan membujuknya untuk peduli pada lingkungan. 

Pembahasan ini sendiri kemudian lebih pada memberikan sebuah panduan untuk membantu menciptakan ILM yang lebih efektif. Pengembangan tentang ILM yang tidak benar dalam mempertimbangkan prisnsip dasarnya pada penelitian media massa komunikasi cenderung tidak berhasil untuk merubah prilaku seseorang. Memilih dan menguji coba iklan dengan memilih target tertentu kemudian dapat menjadi salah satu cara yang baik untuk melihat efektifitas iklan. 

Medelsohn (1973) melihat bahwa sebuah kampanye informasi publik memiliki probabilitas yang relatif tinggi keberhasilannya apabila melihat beberapa unsur seperti, ketertarikan masyarakat pada sebuah pesan, telah menentukan jarak sasaran atau target yang mana sebuah informasi yang sederhana dapat mempengaruhi prilaku seseorang, melihat target sasaran iklan dengan baik mulai dari demografis, gy hidup, nilai, kebiasaan media massa yang digunakan dan lainnya. sebuah pesan ILM kemudian akan lebih efektif apabila telah melewati beberapa unsur di atas.

Langkah-langkah untuk evaluasi juga dipaparkan oleh Atkin dan Freimuth (1989) dalam format penelitian desan kampanye. Mereka berpendapat bahwa, dalam melakukan sebuah penelitian evaluasi kita harus sudah dapat menjawab pertanyaan mengenai sikap dan prilaku penonton sebelum melakukan sebuah kampanye desain. 

Mengevaluasi pelaksanaan dan melihat efektivitas desan kampanye yang telah mulai dari tahap sebelum dan sesudahnya. Melihat efektivitas kemudian menjadi sangat penting terutama untuk terus memberikan pesan yang lebih kuat lagi. Proses evaluasi ini mencakup dua langkah utama yaitu, pra-produksi dan pretesting. Pertama, pra-produksi seorang ahli strategi mencoba untuk menemukan target sebanyak mungkin sebelum menentukan tujuannya, menentukan strategi, dan terakhir mencocokan pesan yang akan diberikan pada penontonnya. Kedua, pretesting melibatkan proses pengumpulan reaksi penontonnya versi awal sebelum iklan diluncurkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun