Mohon tunggu...
Shania PutriLestari
Shania PutriLestari Mohon Tunggu... Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura

Feminist

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Upaya Mengurangi Merosotnya Pendapatan Di Era Pandemi, UMKM Bidang Kuliner Gandeng Go-Food

22 Januari 2021   18:58 Diperbarui: 22 Januari 2021   23:49 189 13 14 Mohon Tunggu...

Kemunculan Covid-19 Di Indonesia

Kemunculan virus berbahaya yang berawal dari tahun 2020, sampai saat ini masih menjadi momok bagi seluruh manusia diberbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, wabah pandemi virus corona merupakan virus yang mematikan berasal dari negara China tepatnya dikota Wuhan pada bulan Desember 2019, lalu oleh WHO ditetapkan sebagai pandemi di tanggal 11 Maret 2020. Covid 19 ini menjadi wabah yang populer serta banyak dibahas oleh semua masyarakat, baik melalui media dan televisi, setiap waktu selalu membahas perkembangan virus ini. Covid 19 memang telah menjadi bencana pandemi yang menyeramkan, dan banyak ditakuti, sehingga menjadi kekawatiran tersendiri bagi seluruh umat manusia.  Pandemi virus corona sudah banyak memakan korban setiap detiknya, kondisi ini karena penularan virus yang sangat cepat penyebarannya, mengapa covid 19 sangat mudah menular ke orang lain? hanya dengan menyentuh dan berinteraksi langsung dengan orang yang positif corona, virus ini langsung dengan cepat menyebar serta menularkan ke orang lain. Penularan virus ini melalui droplet atau percikan cairan yang keluar dari saluran pernafasan saat kita berbicara, bersin dan batuk. Karena sangat mudah dalam penyebarannya sehingga menjadi ancaman besar bagi seluruh umat. Perlu adanya kewaspadaan karena siapapun, tidak menutup kemungkinan akan menjadi korban virus Corona. Jika kita lihat satu persatu manusia kehilangan nyawa, sehingga virus ini bukanlah permainan politik semata atau suatu hal yang pantas diabaikan. Hal ini embuat indonesia mengalami kerugian akibat dampak pandemi virus covid-19 mulai dari kehilangan sumber daya manusia terutama penduduk usia produktif, diisisi lain banyak aspek yang mengalami kemacetan seperti dibidang ekonomi, sosial, pendidikan, pariwisata dll. Sehingga memaksa seluruh masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi seperti ini agar dapat terus bertahan hidup dengan baik. Oleh karena itu Presiden mulai membuat kebijakan dengan menerapkan physical distancing, masyarakat dilarang berpergian keluar rumah, disiplin menggunakan masker saat berpergian, membatasi kontak fisik dengan orang lain, disiplin sesering mungkin mencuci tangan, berkomitmen dengan diri sendiri untuk tetap berada dirumah saja, demi kepentingan bersama, kesehatan seluruh masyarakat indonesia. Dengan cara ini indonesia pasti bisa melawan wabah virus corona.

Covid-19 Masih Bertahan

Setelah pemberlakuan aturan tersebut ternyata Pandemi masih belum menemukan titik terang, awal tahun 2021 kasus positif covid semakin bertambah, termasuk di wilayah kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Upaya ulang untuk menekan penularan semakin luas, dilakukan pemerintah Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat/PPKM diadakannya operasi yustisi, penerapan disiplin protokol kesehatan, dan pembatasan jam malam. Usaha ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus covid19, dengan bantuan gabungan TNI, Polri, Dishub dan aparat keamanan lainnya, mereka saling bekerjasama untuk mendisiplinkan daerah khususnya di titik-titik tertentu, melalui pendekatan secara teratur dengan masyarakat, bertujuan untuk mensosialisasikan, mengingatkan akan pentingnya mematuhi peraturan yang telah ditetapkan demi kebaikan bersama. Jam malam yang ditentukan mulai jam 22.00 WIB sampai 04.00 WIB menjelang pagi. Dengan harapan masyarakat bisa terus disiplin untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan aturan yang berlaku. Namun di sisi lain kondisi ini membuat posisi pelaku UMKM dibidang kuliner mengeluh, karena masalah sulitnya menjual produk di tengah pandemi Covid-19, membuat mereka mengalami penurunan omset penjualan, diketahui banyak UMKM di sidoarjo yang tersebar diberbagai daerah.

Permasalahan Yang Dihadapi Pelaku UMKM

Karena adanya peraturan pemerintah untuk menekan penularan virus corona dengan diberlakukannya aturan penerapan protokol kesehatan dan pemberlakuan jam malam hal ini menjadi suatu kondisi sulit bagi mereka pelaku UMKM dibidang kuliner khususnya di kabupaten Sidoarjo. Terdapat beberapa faktor permasalahan yang dialami oleh  pelaku UMKM mulai dari cara pemasaran, kesulitan menjual produknya yang kini mulai seret, ditambah pula dampak Covid-19 yang membuat pelaku usaha keteteran dalam melakukan penjualan, sejak anjuran kebijakan social distancing melarang masyarakat untuk keluar rumah jika tidak perlu, pembatasan jam malam yang tidak pasti kapan berakhir membuat mereka tidak bisa menerima pelanggan dilokasi, kedai yang biasanya buka 24jam terpaksa harus buka setengah hari saja, serta ketakutan masyarakat terhadap penyebaran virus karena banyaknya berita di media massa membuat banyak dari mereka mengurangi aktivitas diluar dan enggan membeli secara langsung, pelaku UMKM yang tidak mampu beradaptasi dengan kondisi seperti ini membuat banyak dari mereka terancam mengalami kebangkrutan atau usahanya tutup sementara, karena tidak ada pemasukan, akibat sepi pelanggan hingga berujung merosotnya pendapatan selama pandemi covid19.

Pelaku UMKM Melakukan Transformasi Digital

Disisi lain, masiih terdapat banyak  dari mereka yang tetap bertahan dan terus berupaya agar usahanya dapat terus berjalan, mereka mencoba beralih penjualannya secara online. Kondisi mendesak ini mendorong pelaku UMKM dibidang kuliner semakin kreatif dengan memanfaatkan teknologi di era 4.0. Karena perkembangan teknologi digital mengalami kemajuan persaingan pelaku usaha juga semakin ketat. Saat ini pelaku usaha memanfaatkan perkembangan teknologi digital dengan baik, mulai dari pemasaran, pelayan, cara pemesanan, semuanya melalui digital online, dan berbagai kemunculan inovasi baru yang menggunakan teknologi digital lainnya. Pelaku UMKM mulai beradaptasi agar usahanya dapat terus berkembang, banyak dari mereka saat ini bekerjasama dengan Go-Food memberikan layanan pesan dan antar makana secara online. Mereka melakukan perubahan sistem penjualan, untuk mengimbangi kondisi pandemi saat ini agar sesuai dengan aturan pemberlakuan jam malam dan protokol kesehatan yang saat ini masih diterapkan.

Melihat kondisi di era pandemi tidak bisa kita pungkiri bahwa, banyak orang yang memilih tinggal di rumah saja, budaya pesan antar mulai trend karena masa pandemi, mulai dari cara konsumsi masyarakat yang berubah menjadi secara online, karena lebih praktis dan mudah, ditambah dengan tawaran fasilitas yang disukai selama pandemi adalah promosi, diskon yang diberikan oleh Go-Food. Keberadaan Go-Food dinilai terbukti mampu meningkatkan daya jual, yang dapat membantu memperkuat bertahannya UMKM dibidang kuliner ditengah sulitnya akibat wabah Covid-19.

Dengan kecanggihan teknologi digital ini, proses digitalisasi UMKM menjadi lebih mudah dan aman, ini terbukti di masa pandemi dimana, Go-Food sukses membantu mempermudah penjualan UMKM dengan bergabungnya pelaku UMKM bidang kuliner sebagai mitra merchant GoFood. Hal ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk terus mengembangkan usahanya, juga dapat mengatur bisnis agar lebih efektif, serta dapat memperluas akses pasar melalui GoFood di tengah pandemi. Alhasil, banyak sekali mereka sebagai pelaku UMKM mencoba hal baru untuk memilih bekerjasama dengan Go-Food sebagai upaya mengembangkan usahanya, sudah terbukti dengan adanya peningkatann penjualan, selain itu melatih keterampilan pelaku bisnis dalam berjualan online, dan banyak inovasi baru dalam pemasaran prodak.

Kondisi digitalisasi UMKM melalui platform seperti Go-Food sangat ampuh dan telah mampu meningkatkan UMKM menjadi banyak digemari konsumen karena selain memberi kemudahan cara pemesanan, konsumen tidak perlu repot keluar rumah. Dengan ini pelaku UMKM dibidang kuliner dapat terselamatkan dari kebangkrutan, mereka dapat berkembang dan mengurangi kemerosotan yang dialami di tengah krisis pandemi Covid-19, mendorong mereka beradaptasi dengan teknologi terutama bagi UMKM tradisional, dengan kondisi seperti ini dapat merubah mereka sesuai dengan zamannya, yaitu menjadi UMKM digital. Maka kerjasama antara pelaku UMKM bidang kuliner dan Go-Food sama-sama saling menguntungkan dan memperbaiki kondisi ditengah krisis ekonomi akibat pandemi virus covid19.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x