Mohon tunggu...
shania hendra
shania hendra Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa FISIP UAJY

Terima kasih sudah meluangkan waktu dan membaca :)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Bahaya Clickbait pada Jurnalisme Online, Inkonsistensi dalam Penyajian Konten

26 Oktober 2021   02:44 Diperbarui: 26 Oktober 2021   08:37 1421
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar berita mengenai Profil Andrew Forrets, Orang Terkaya Australia yang Bertemu Jokowi dan Luhut (4/09/2020). Sumber: Tribunnews Tangkapan layar dokpri

Karena marak digunakan oleh media online untuk membuat judul berita, clickbait telah dianggap sebagai gaya jurnalisme online atau jurnalisme digital.

Ciri-ciri judul clickbait

Nah, agar dapat lebih memahami dan mengenali judul clickbait, maka kita harus terlebih dahulu mengetahui ciri-ciri judul clickbait, yaitu:

  • Menggunakan kata-kata yang atraktif atau kata-kata yang memiliki daya tarik,
  • Judul biasanya lebih dari 10 kata,
  • Jumlah karakter dalam satu kata lebih dari 5 huruf,
  • Membuat pembaca menjadi penasaran, karena biasanya judul clickbait tidak menampilkan rincian yang jelas atau dilebih-lebihkan.

Contoh berita clickbait

Gambar berita mengenai Profil Andrew Forrets, Orang Terkaya Australia yang Bertemu Jokowi dan Luhut (4/09/2020). Sumber: Tribunnews Tangkapan layar dokpri
Gambar berita mengenai Profil Andrew Forrets, Orang Terkaya Australia yang Bertemu Jokowi dan Luhut (4/09/2020). Sumber: Tribunnews Tangkapan layar dokpri

 Gambar diatas merupakan salah satu contoh berita yang di terbitkan oleh Tribunnews.com. Berita tersebut dirilis pada hari Jumat, 4 September 2020 dengan judul  "Profil Andrew Forrets, Orang Terkaya Australia yang Bertemu Jokowi dan Luhut". 

Apabila dilihat secara sekilas, kalian tentu berpikir sebenarnya apa yang salah dengan judul tersebut? Mengapa judul berita tersebut dikatakan sebagai judul clickbait?

Seperti yang kita lihat, judul berita tersebut mengatakan bahwa Andrew Forrets merupakan orang terkaya di Australia.

Apabila kalian melihat judul dan foto dalam berita tersebut kalian tentu berpikir bahwa Andrew Forrets merupakan orang terkaya nomor satu di Australia. Selain itu dengan adanya nama Jokowi dan Luhut yang disisipkan dalam judul tersebut tentu membuat  kalian semakin tertarik untuk mengetahui profil dari Andrew Forrets.

Namun sayangnya apabila kalian membaca berita tersebut hingga akhir, berita tersebut dengan jelas menuliskan bahwa menurut majalah Forbes pada tahun 2012, Andrew Forrets berada di posisi ketiga orang terkaya di Australia.

Gambar akhir tulisan berita mengenai Profil Andrew Forrets, Orang Terkaya Australia yang Bertemu Jokowi dan Luhut (4/09/2020). Sumber: Tribunnews Tangkapan layar dokpri
Gambar akhir tulisan berita mengenai Profil Andrew Forrets, Orang Terkaya Australia yang Bertemu Jokowi dan Luhut (4/09/2020). Sumber: Tribunnews Tangkapan layar dokpri
Begitu pula menurut Australia Financial Review (AFR) pada tahun 2020 saat berita tersebut terbit, Andrew Forrets bukanlah orang terkaya di Australia, melainkan berada di posisi nomor dua. Sedangkan posisi orang terkaya nomor satu di Australia sejak tahun 2019 hingga 2021 diduduki oleh Gina Rinehart.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun