Mohon tunggu...
shania hendra
shania hendra Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa FISIP UAJY

Terima kasih sudah meluangkan waktu dan membaca :)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Menengok Potret Jurnalisme Masa Kini dan Ancaman bagi Jurnalis Masa Depan

9 Oktober 2021   18:03 Diperbarui: 11 Oktober 2021   13:34 494
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berita yang dibuat merupakan hasil kolaborasi antara jurnalis profesional dan jurnalis warga.

  • Jurnalisme Sindikasi

Sebuah media akan memproduksi berita kemudian menjualnya kepada platform distribusi.

  • Jurnalisme Lapdog

Jurnalisme ini merupakan lawan dari jurnalisme watch dog sehingga biasanya cenderung memihak kepada pemerintah.

Jurnalisme Masa Depan

Dalam jurnalisme masa depan, khalayak memiliki kedudukan sebagai konsumen sekaligus produsen. Mereka dapat mendistribusikan berita yang dibuatnya melalui media sosial sehingga membuat jurnalisme tidak lagi bersifat linear.

Di masa depan, selain akurasi berita, kecepatan distribusi juga menjadi hal yang penting. Dampaknya akurasi berita menjadi terpengaruh oleh kecepatan dalam mendistribusikan berita.

Tidak hanya cepat jurnalis juga harus menyajikan berita dengan seakurat mungkin. Hal ini dikarenakan khalayak sudah menjadi lebih cerdas dan kritis, mereka sudah dapat membedakan mana berita yang kredibel dan mana yang tidak kredibel.

Pada periode ini terdapat dua gaya pelaporan berita, yaitu:

  • Curative Journalism

Dalam jurnalisme ini, berita yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber akan dirangkai dan diolah dalam satu tempat khusus dimana khalayak dapat mengkonsumsi berita tersebut. Salah satu contohnya adalah Beritagar.id.

  • Hyper Localisation Journalism

Pada jurnalisme ini, berita dibuat berdasarkan peritiwa yang terjadi dalam suatu komunitas atau wilayah. Sasaran yang dituju pun cenderung sempit (niche) karena berita yang dibuat biasanya ditujukan untuk anggota dalam komunitas atau wilayah tersebut. Salah satu contoh dari Hyper Localisation Journalism adalah Harian Jogja.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, tren juga turut mengalami perubahan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun