Mohon tunggu...
M ShacrulFahrezi
M ShacrulFahrezi Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa

Communication Studies

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Memahami Konflik dalam Hubungan

29 November 2019   02:49 Diperbarui: 29 November 2019   03:13 519
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Orientasi Terhadap Konflik

Konflik tentunya dapat menimbulkan perselisihan, tetapi bukan berarti setiap konflik akan berakhir negatif. Bagaimana kita menanggapi konflik adalah kunci untuk menggiring konflik menjadi sesuatu yang positif ataupun negatif.

Ada tiga orientasi terhdap konflk yakni;

Lose-lose: When both parties experiencing negative result after the conflict. Artinya, kedua belah pihak tidak mendapatkan hasil yang positif dari konflik yang terjadi

Win-Lose: When one parties having positive result and the other having negative result after the conflict. Artinya, salah satu pihak yan gterlibat konflik akan mendapat hasil yang positif, sedangkan pihak lain mendapatkan hasil yang negatif.

Win-Win: When both parties shares positive result to each other after the conflict. Artinya, kedua belah pihak akan sama-sama mendapatkan hasil yang positif setelah terjadinya konflik.

Konflik antara saya dan orangtua saya yang saya sebutkan sebelumnya adalah contoh dari konflik yang berakhir dengan win-win orientation. Konflik dapat memperkuat sekaligus menghancurkan hubungan. Konflik dapat menjadi hal baik ataupun buruk, tergantung bagaimana kamu melihat, menanggapi, dan juga menyelesaikannya.

Menanggapi Konflik

Konflik yang terjadi diantara saya dan orangtua saya --meskipun pada akhirnya mampu diselesaikan dengan baik---merupakan pelajaran yang berarti bagi saya. Berpikiran terbuka, mendengarkan, dan sabar kurang lebih adalah kunci dalam menyelesaikan konflik yang saya alami. 

Lebih lanjut, saya menanggapi konflik yang saya alami melalui cara-cara berikut :

Memahami apa yang sebenarnya Saya dan Orangtua saya inginkan. Saat perdebatan dengan teman, kakak, rekan kerja, atau siapapun, dan suasana makin panas, saya cenderung akan mudah sekali terbawa emosi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun