Mohon tunggu...
Selvia Indrayani
Selvia Indrayani Mohon Tunggu... Guru - Guru, penulis, wirausaha, beauty consultant.

Pengajar yang rindu belajar. Hanya gemar memasak suka-suka serta membukukan karya dalam berbagai antologi. Sesekali memberi edukasi perawatan diri terutama bagi wanita.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Tiga Hal untuk Mengatasi Kecemasan di Masa Pandemi

8 Juli 2021   23:04 Diperbarui: 8 Juli 2021   23:23 179 31 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tiga Hal untuk Mengatasi Kecemasan di Masa Pandemi
Ilustrasi Cemas

"Maaf, teman-teman. Saya mau undur diri dari WhatsApp grup dulu, ya."
"Ada apa, Bu? Nggak ada apa-apa, kok."

Sekilas pembicaraan yang terjadi di WhatsApp grup dan diiringi keluarnya ibu (anggota grup tersebut). Ketika ditanya secara pribadi, ternyata ia tidak ada masalah apa pun dengan salah satu anggota grup. Saat ini, ia hanya ingin menenangkan diri dari berita-berita yang sering dibagikan melalui WhatsApp grup tersebut.

Kejadian seperti ini mungkin kita alami sendiri. Betapa mudahnya informasi tersebar di masa pandemi dan menyebabkan rasa cemas. Orang yang sehat juga bisa sakit jika terus-terusan menerima informasi negatif. Dari semula biasa-biasa saja, akhirnya mulai bertanya-tanya dan tumbang juga karena kecemasan yang  berlebihan.

Lebih parah lagi jika berita negatif ini diterima oleh orang yang sedang sakit. Sudah tubuhnya sakit, masih berpikir macam-macam dan menyebabkan kecemasan. Bisa-bisa waktu sembuh jadi lebih lama karena termakan berita-berita negatif.

Memang benar bahwa kondisi negara Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Namun, hal ini kita alami bersama dan akan kita perangi bersama. Dibutuhkan kesatuan untuk dapat segera keluar atas ketidaknyamanan pandemi Covid-19.

Pandemi ini terjadi bukan hanya karena virus semata. Ada berbagai hal yang menyertai, misalnya ketidakpahaman penanganan covid-19 dan ketidaktaatan menjalankan protokol kesehatan.

Secara pribadi, saya pun termasuk pernah mengalami kecemasan terhadap pandemi ini. Terlebih ketika terjadi lonjakan penderita covid-19. Dari pukul 5 pagi suara ambulans sudah terdengar. Dalam sehari bisa puluhan kali mendengar suara ambulans dan membuat saya bertanya-tanya tentang apa yang terjadi.

Di saat terjadi lonjakan penderita covid-19, ternyata ada dua keluarga saya yang juga diizinkan terpapar covid. Mereka berada di kota yang berbeda dan memiliki pola pikir yang berbeda terhadap kondisi yang dialami. Ternyata pola pikir dan penanganan terhadap covid-19 memengaruhi kesembuhan.

Ada tiga hal (yang saya sebut "3I") untuk mengatasi kecemasan di masa pandemi, yaitu:

1. Iman

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iman adalah keyakinan dan kepercayaan terhadap Allah, kitab, nabi, dan sebagainya.  Iman juga merupakan ketetapan hati, keteguhan hati, dan keseimbangan batin.

Di dalam hati kecil yang terdalam, terselip iman sebagai kepercayaan diri kepada Sang Pencipta. Percaya pada sesuatu yang belum terlihat dan menjadikan landasan kekuatan melangkah. Rasa percaya inilah yang menjadikan motivasi untuk bangkit menghadapi segala tantangan yang ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x