Selamet HARIADI
Selamet HARIADI wiraswasta

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Keputusan Memblokir Tik Tok, Sudah Tepatkah?

3 Juli 2018   22:02 Diperbarui: 4 Juli 2018   20:00 2800 11 8
Keputusan Memblokir Tik Tok, Sudah Tepatkah?
Sumber: Tik Tok

Tik Tok Diblokir, hari ini jagat media sosial riuh akan berita ini. Gemuruh ini tentu pula digerakkan mereka yang giat berekspresi di aplikasi asal China ini.

Tik Tok DIblokir, Tepatkah? (dok.tiktok)
Tik Tok DIblokir, Tepatkah? (dok.tiktok)
Alay Berkembang

Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya  resmi memblokir Tik Tok. Menkominfo Rudiantara menyampaikan hal ini kepada masyarakat. Meski, masih bisa diakses namun bisa dipastikan selepas diumumkan maka Tik Tok akan mulai sulit diakses di Indonesia.

Ada delapan Domain name Server (DNS) Tik Tok yang mulai diblokir oleh pemerintah Indonesia. Keresahan masyarakat akan Tik Tok memang sudah terlihat. Mulai dari obrolan hingga munculnya petisi Blokir Aplikasi Tik Tok di Change.org yang kian hari yang menandatanginya mulai banyak. Saat tulisan ini dibuat sudah sekitar 150 ribu yang telah menandatanginya.

Petisi Blokir Tik Tok (dok.change)
Petisi Blokir Tik Tok (dok.change)
Tik Tok memang cenderung menyebarkan konten yang kurang baik bagi masyarakat. Terlebih jika diakses oleh anak-anak hingga remaja. Candaan yang kurang sopan hingga hal-hal kurang positif tersebar di jagat Tik Tok. Alay Pun berkembang di Tik Tok ini. Berbagai gaya alay tersebar di Tik Tok.

Selain itu, fenomena dan perilaku pengguna aplikasi yang diluncurkan pertama kali oleh Zhang Yiming tersebut sudah semakin ke arah hal yang kurang baik. Yakni seperti pelecehan agama, pornografi, asusila, LGBT, serta konten yang dirasa meresahkan masyarakat. Terlebih aplikasi ini digunakan dan ditonton oleh anak-anak.

meet and greet (dok.instagram @taantte_remmpoongs)
meet and greet (dok.instagram @taantte_remmpoongs)
Jalur Kreasi

Memang benar Tik Tok  bisa digunakan jalur berkreasi bagi masyarakat. Banyak content creator baru yang menunjukkan karyanya disana. Bahkan Tik Tok pun digunakan untuk mempromosikan lagu dan berbagai macam hal lainnya.

Kreativitas ini ternyata kebablasan. Adat ketimuran mulai ditinggalkan masyarakat pengguna Tik Tok. Hingga yang ramai adanya pelecehan agama di aplikasi Tik Tok. Hingga hal-hal lainnya yang banyak mengandung hal kurang baik.

Kreativitas yang ada di Tik Tok memang sebuah fenomena. Banyak pula penggemarnya hingga banyak artis Tik Tok yang menggelar meet and greet dengan penggemarnya. Hal yang buat miris adalah anak kecil yang meminta sejumlah uang untuk acara tersebut. Padahal tiketnya bukanlah hal murah bagi anak-anak.

Ilustrasi (dok.pixabay)
Ilustrasi (dok.pixabay)
Tangkal hal Kurang Baik

Banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk menangkal hal kurang baik di jagat dunia maya. Mulai dari situs hingga konten. Yang terbaru adalah aplikasi fenomenal Tik Tok. Bila dilihat aplikasi ini banyak didonload pengguna Iphone.

Perlindungan terhadap masyarakat pun dilakukan oleh pemerintah. Kemampuan intervensi yang dimilikinya pun dilakukan dengan memblokir aplikasi Tik Tok. Meski demikian, komunikais dengan Tik Tok pun tetap dijalin oleh pemerintah agar Tik Tok mau menghapus atau memblokir konten kurang baiknya.

Dunia maya yang kian berkembang diikuti pula dengan kemudahan aksesnya. Perlu kesadaran bersama dan pendidikan yang tepat untuk anak maupun remaja. Waktu sebagai generasi penerus perlu digunakan pada hal yang positif. Semoga aplikasi dengan konten kurang baik lainnya tak dilirik atau diakses masyarakat. [SH]