Mohon tunggu...
Sastro Admodjo
Sastro Admodjo Mohon Tunggu... Musisi - babaasad.com

Seorang pengembara edan. Mencari keindahan alam semesta Tuhan. Menorehkan tulisan untuk saling berbagi pengalaman. Menikmati kopi hitam, menjadi tuntutan dengan kawan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Membumikan Bahasa Santun, Upaya Mewujudkan Moralitas Berbudaya

20 Desember 2017   23:51 Diperbarui: 21 Desember 2017   08:10 1587
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. edFirst.com

Beragam etnik dari baju adat, bahasa, rumah, adat-istiadat, makanan, dsb dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kekayaan alam serta lautan meluas dari Sabang sampai Merauke memancarkan pesona tersendiri. Tambak, sawah dan ladang terbentang kehijauan dan menguning. Maka tak heran jika Indonesia dikenal bangsa lain dengan negara agraris dan maritim.

Language is not simply a formal system of sounds, words and syntactic structures; languages also reaches into the domain of human interactions, which for its own part follows certain rules-- Adele Osterloh, 1996 -

Di lain hal, ketika kita merantau dari perkampungan di Jawa ke perkampungan di Sumatra, maka sangat jauh berbeda kebiasaan atau tradisi mereka. Dialek berbahasa satu kampung dari kampung yang bersebelahan saja sudah berbeda. Inilah warisan nenek moyang kita yang termaktub dalam sansekerta dan manuskrip lainnya.

Pembahasan bahasa dan kaitannya dengan membangun jiwa moral berbangsa adalah pembahasan yang cukup menarik. Bahasa jawa misalkan, di antara puluhan dialek yang agak mirip dalam bahasa Jawa Timur dan Jawa Tengah, masih dapat kita temukan perbedaan dalam pengonsonan kata dan kalimat di dalamnya. 

Bahasa Jawa Tengah dan bahasa Jawa Barat bahkan lebih banyak lagi perbedaan antara keduanya, apalagi bahasa pulau seberang. Maka tak heran, jika bahasa Indonesia wajib dibumikan di atas tanah pertiwi. 

Seiring sejalan bahasa Indonesia diresmikan dalam sumpah pemuda dengan dicetuskannya "Piagam Jakarta" bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan alat pemersatu rakyat Indonesia. Dengan tutur kata santun dan etis menimbulkan rasa simpati antar individu, pun demikian berhasil dalam membangun karakter bangsa.

Pembangunan karakter bangsa sebagai wujud moralitas berbudaya, wajib ada integrasi lingkungan sebagai sanitasi moralitas yang baik. Dalam hal ini, anak-anak sebagai sasaran penting dalam pembangunan dengan menyuntikkan moral dalam lingkungan yang baik pula. Integrasi tiga pihak tersebut adalah peran rumah, sekolah dan lingkungan. 

Presiden tidak mungkin mengurusi moral secara satu persatu. Maka keluargalah yang bertanggung jawab dalam membentuk moral anak. Kaitannya dengan anak, usia penanaman moral berkarakter dibangun di bawah usia tujuh tahun, demikian hasil riset otak terakhir. "Karena salah didik mempengaruhi saat ia dewasa" (Ratna Megawangi, 2003).

Kata ora ilok atau tidak elok sangat sering sekali terucap dari mulut orang tua kita terdahulu, kata-kata itu lahir sebagai jawaban untuk menasihati anak-anaknya atau orang yang paling muda supaya mengakhiri sikap atau ucapan yang kurang santun. Seakan kata ora ilok ini sebagai keharusan yang harus ditaati supaya tidak kualat. 

Contoh lain; dilarang makan di depan pintu rumah karena bisa menolak jodoh, larangan memotong kuku dan tidur pagi karena mengakibatkan seret rejeki, larangan keluar di atas jam 6 malam karena dimakan gendruwo, dll. Sejatinya, patut bagi kita untuk mengetahui apa di balik itu semua. 

Memang terkesan tahayul, kuno dan mitos yang diwariskan dari nenek moyang kita. Padahal kata-kata tersebut sarat akan makna, dimana mereka ingin mengajarkan arti moral dan etika yang baik dengan pengandaian dan analogi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun