Mohon tunggu...
Sari Yulianti
Sari Yulianti Mohon Tunggu... Aku dan dia yang ku sayang

saya adalah saya

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Anak Sekolah Belum pada Umurnya Bolehkah?

13 Mei 2019   11:56 Diperbarui: 13 Mei 2019   11:59 0 1 3 Mohon Tunggu...

Tulisan ini berdasarkan dari pengalaman pribadi penulis.

Saya memiliki dua anak perempuan. Mereka memiliki kemampuan yang berbeda satu dengan yang lain. Sebenarnya kecepatan daya tangkap seorang anak itu sudah bisa dilihat sejak lahir. Saya sangat memperhatikan sekali perkembangan kedua anak saya (walau saya bekerja). Saya melihat perbedaan yang sangat terhadap keduanya. Salah satu yang paling terlihat adalah perkembangannya.

Anak saya yang pertama bicara perkembangan motorik itu lambat sekali, umur 3 bulan masih seperti bayi yang baru lahir. Mungkin hal ini juga dipengaruhi oleh pola asuh yang saya lakukan. 

Karena ini adalah anak pertama kami, dan saya sangat sayang sekali, maka bila saya menggendong dia masih seperti bayi yang baru lahir. Akhirnya dia belum bisa mengangkat kepala, tengkurep, dsb. 

Lalu yang membuat saya sadar adalah ketika saya sedang menggendong anak saya dan saya ajak anak saya keluar lalu ada tetangga yang nyinyir tentang anak saya, kalau anak saya "cacat". Saya sakit hati sekali. Namun hal itu membuat saya sadar bahwa saya salah selama ini. Saking saya sayang dan tidak ingin anak saya kenapa-kenapa akhirnya dia tidak melakukan apa-apa.

Kemudian pengaruh orangtua / mertua juga sangat besar. Ketika umur 5 bulan saya berdirikan anak saya, mereka marah, katanya "nanti juga bisa sendiri." Akibatnya anak ini pun tidak kuat kakinya untuk berdiri. 

Begitu juga tengkurep, ketika saya paksa anak ini tengkurep mereka bilang jangan dipaksa nanti juga bisa sendiri. Hal ini membuat saya sebagai orang tua baru semakin takut. Namun yang terjadi adalah anak saya terlambat dalam gerakan motoriknya.

Dia baru bisa tengkurep umur 8 bulan, belum bisa angkat kepala, sekitar umur 10 bulan baru bisa angkat kepala sendiri. dan yang lebih miris, anak ini baru bisa berjalan umur 2,5 tahun. Saya pikir anak saya benar-benar cacat. saya sudah bawa urut, ke dokter tumbuh kembang, terapi, dsb. Namun tidak ada hasil. 

Dan anak ini tidak merangkak, dia ngesot dan merayap. Bila saya bawa kemana-mana anak ini ingin turun tapi dia ngesot atau merayap. Saya sedih banget. Salah saya sebagai orang tua terlalu takut umtuk memaksa anak saya itu berkembang. 

Berbeda dengan adiknya. Mungkin saya sudah mulai tidak mendengarkan nasehat orang tua hahahaha... khususnya mengenai ini tidak boleh itu tidak boleh. Pakai ini tidak boleh pakai itu tidak boleh. 

Untuk anak saya yang kedua saya lebih seperti "koboi" mengurusnya. Saya biarkan anaks aya bergerak ke sana ke mari. Bila jatuh saya tidak langsung marah atau menolong saya minta untuk dia usaha sendiri (akhirnya saya memperlakukan si kaka juga begitu). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2