Mohon tunggu...
Sari Yahya
Sari Yahya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa di Unnes.

Sedang mengejar sebuah keterpaksaan, bismillah.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kepentingan Kolonial Belanda di Irian Barat Selama Proses Revolusi Kemerdekaan

29 November 2021   03:33 Diperbarui: 30 November 2021   18:30 66 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Sari Yahya

Temen-temen setia Kompasiana, belajar sejarah itu enak loh. Contohnya melalui artikel di bawah ini, di simak yahhh hehe

    Bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa yang di jajah oleh kolonial Belanda dalam waktu yang cukup lama loh. Lah karena ada perkembangan makanya aktor penjajahan pada tahun 1942 berganti ke tangan Jepang hingga pada 17 Agustus 1945 ketika Indonesia berhasil mencapai revolusi kemerdekaan dari pihak Jepang. 

    Eh rupanya belum selesai loh permasalahannya. Jadi pasca peristiwa tersebut perjuangan belum berakhir karena Belanda dengan membonceng rombongan tentara Sekutu dan NICA berencana untuk menguasai Indonesia kembali. Berbagai konfrontasi dan diplomasi terjadi hingga pelaksanaan KMB (Konferensi Meja Bundar) pada 23 Agustus sampai 2 November 1949 di Den Haag  Belanda. Pada konferensi tersebut, Indonesia-Belanda berhasil mencapai beberapa kesepakatan salah satunya berupa pengakuan kedaulatan RIS dari pihak Belanda. Sedangkan untuk permasalahan tentang Irian Barat akan diselesaikan di kemudian hari. Hal ini menandakan bahwa permasalahan tersebut masih belum selesai karena kedua belah pihak secara tegas mengeklaim mempunyai hak atas Irian Barat.

Nah, sebenarnya apa si yang menyebabkan Belanda tetap kekeuh itu. Mari terus di simak.

    Yang pertama ada pandangan yang menyebut bahwa masyarakat Irian Barat itu secara etnis maupun kultural bukan bagian dari lingkungan Indonesia lo sob, pandangan ini disampaikan oleh Menteri Maarseveen di Den Haag ketika konferensi berlangsung.

    Sebagai negara yang baru saja merdeka mereka menganggap bahwa, Indonesia belum mampu dan layak membangun kesejahteraan dan kemajuan di Papua mengingat betapa masih terbelakangnya wilayah tersebut.

    Yang ketiga ada dukungan dari Parlemen Belanda terutama dari golongan Protestan dan partai Liberal yang menyatakan kalau Belanda itu harus menguasai Irian Barat sebagai bentuk tanggung jawab karena telah melakukan penyebaran agama Kristen di Irian Barat pada 1855.

    Bagi Belanda, Irian Barat mampu dimanfaatkan sebagai alternatif persoalan kepadatan penduduk pasca tragedi repatriasi orang Belanda dari Indonesia. Iya bener nih karena penduduknya masih sedikit.

    Semua hal di atas, diperkuat dengan adanya fakta bahwa Belanda menyadari akan keuntungan ekonomi di Irian Barat dimana wilayah ini sangat kaya akan sumber daya alam seperti bauksit, emas, minyak bumi, perak, dan nikel. Jadi intinya, Irian Barat hanya dimanfaatkan oleh Belanda.

Faktor-faktor di atas bisa di bilang sangat menguntungkan ya bagi Belanda. Maka ya tidak heran jika Belanda sangat tegas dalam keputusannya untuk tetap menguasai Irian Barat. 

Penyerahan Irian Barat

Kekuasaan Belanda ini, pada akhirnya runtuh juga tepatnya setelah Ir. Soekarno membentuk Komando Operasi Militer Mandala yang menyebabkan kekuasaan Belanda di Irian Barat menjadi tidak stabil dan memicu adanya Perjanjian New York pada 15 Agustus 1962. Perjanjian ini berisi penyerahan kekuasaan Belanda di Irian Barat kepada Untea (United Nations Temporary Executive Authority), jadi tidak langsung diserahkan kepada Indonesia tetapi melalui perantara. Sedangkan penyerahan administrasinya terjadi pada 1 Oktober 1962. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan