Mohon tunggu...
Sardo Sinaga
Sardo Sinaga Mohon Tunggu... Freelancer - IG: @raja_bodat

Pecinta Sejarah dan Ilmu Budaya. Pemula. Menulis Apa Saja Yang penting Tidak Melanggar Hukum.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Coki Pardede, Komedi dan Kehidupan yang Terlalu Dark

3 September 2021   16:08 Diperbarui: 4 September 2021   02:33 725
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Gus Mifta melalui channel YouTube milik Deddy Corbuzier mengatakan "sebenarnya benda apapun tidak memiliki agama. Hanya saja komedi seperti itu di Indonesia masih tabu. Cocoknya komedi seperti itu di America. "

Menurut penulis, itu adalah hal yang masuk akal. Sepengetahuan penulis, orang-orang America tidak terlalu memperdulikan hal- hal tersebut selama tidak ada kontak fisik. Namun berbeda dengan orang-orang Indonesia. 

Seandainya kita memasuki ranah orang lain, orang lain mungkin akan tersinggung. Namun bagi penulis itu adalah hal yang wajar. Karena tersinggung merupakan sebuah respon  kita terhadap sesuatu. Sama halnya jika kita tertawa. Namun yang jadi permasalahannya adalah efek dari setelahnya. 

Ada orang yang tersinggung dengan lawan bicaranya, tapi disaat didalam kamar dia berpikir mungkin ada benarnya dia seperti itu. Tapi ada juga orang yang tersinggung, habis itu mereka berantam. 

Itulah yang terjadi kepada Coki Pardede dan Tretan Muslim. Banyak orang yang kaget dengan gaya komedi mereka. Karena mereka berusaha melawan stigma masyarakat melalui komedi. 


Hal itulah mereka membentuk group Majelis Lucu Indonesia (MLI) untuk mewadahi komedian-komedian baru. Penulis sendiri juga sering menonton konten mereka bukan hanya gestur mereka yang lucu, melainkan komedi mereka cukup masuk akal. 

Namun kembali lagi ke-awal. Banyak dari komedi mereka yang tidak bisa diterima oleh masyarakat banyak. Maka dari itu mereka mengajak Habib Jafar Husein sebagai penengah dari sisi agama dan social. 

Mereka bertiga membentuk group baru Yayasan Pemuda Tersesat untuk membahas isu-isu sosial dengan gaya komedi dan dakwah. Bagi penulis, cara mereka menyajikan hal tersebut sangat menarik. 

Gambar berasal dari Instagram @cokipardede666
Gambar berasal dari Instagram @cokipardede666

Selain melihat kasus-kasus yang sedang viral, penulis seperti belajar agama lain. Hal ini dikarenakan latar belakang penulis ialah seorang Nasrani. Memahami cara berpikir Habib Jafar sangat mudah dimengerti untuk orang banyak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun