Mohon tunggu...
Santi Titik Lestari
Santi Titik Lestari Mohon Tunggu... Mari menulis!!

Menulis untuk mengawetkan ide dan berbagi ....

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Tips Menolong Rekan Kerja yang Pasif

1 Februari 2020   11:08 Diperbarui: 1 Februari 2020   11:22 62 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tips Menolong Rekan Kerja yang Pasif
Diskusi (https://imgix.bustle.com/)

Menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain atau bagi komunitas idealnya menjadi keinginan setiap orang. Namun, dalam praktik kehidupan sehari-hari, misalnya di tempat kerja, tidak semua orang bisa mengekspresikan dirinya dengan leluasa, terutama dalam berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan/tempatnya bekerja. Tidak dimungkiri memang ada orang-orang yang sulit untuk bisa mengungkapkan pendapat mereka dalam rapat atau forum.

Dalam dunia kerja, setiap karyawan diharuskan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan/tempatnya bekerja. Kontribusi ini bisa berupa tenaga, waktu, pikiran -- gagasan/ide untuk kemajuan perusahaan, dan lain-lain. Namun, dalam artikel ini, penulis berfokus pada kontribusi berupa gagasan/ide. Setiap orang memang memiliki kelebihan dan kekurangan. 

Dalam dunia kerja pun, ada banyak tipe karyawan terkait kelebihannya, mulai dari karyawan yang sangat baik dalam hal operasional, sangat cekatan ketika berurusan dengan pelanggan, lebih efektif untuk tugas-tugas manajerial, sampai sangat bisa diandalkan ketika perusahaan membutuhkan ide-ide brilian. 

Apa pun kelebihan setiap orang dalam bekerja, diharapkan perusahaan bisa melihat semuanya ini secara seimbang sehingga dapat menempatkan karyawan pada posisi yang tepat.

Terlepas dari apa kelebihan dan kekurangan karyawan, mereka tetaplah pribadi yang harus mau terus belajar untuk menjadi lebih baik. Idealnya, setiap karyawan memiliki kewajiban yang sama, memberikan kontribusi intelektualnya bagi perusahaan/tempatnya bekerja. 

Dalam hal ini, ketika kita mendapati ada rekan sekerja yang sangat sulit untuk bisa berkontribusi dengan baik, bahkan ketika dalam pertemuan/rapat selalu pasif, marilah kita menolongnya. Penulis sempat mencatat beberapa tips untuk menolong kondisi semacam ini. Tips ini merupakan hasil pengamatan pribadi ketika menjalani proses-proses pertemuan yang diadakan di tempat kerja.

1. Mencatat.

Dalam pertemuan, sering kali kita dituntut untuk menyampaikan ide/gagasan. Tidak mudah untuk membagikan ide atau gagasan, apalagi jika kita tidak terbiasa melakukannya. Bahkan, ada yang sulit sekali menemukan ide/gagasan baru selama mengikuti pertemuan yang (mungkin) sudah berjam-jam.

 Jika menemukan ide saja belum, apa yang mau dibagikan? Karena itu, mencatatlah ketika sedang mengikuti pertemuan/rapat. Catat poin-poin penting dan bikin korelasinya dengan jelas. Banyak yang hanya mencatat poin-poinnya, tetapi tidak memberi korelasi yang jelas. Setelah dibaca lagi, poin A dan poin B ini tadi apa ya hubungannya? Karena itu, tulislah catatan dengan cerdas!

Selain mencatat poin dan korelasinya. Buatlah kolom "kesempatan" (saya menamainya demikian). Kolom "kesempatan" ini bisa menjadi catatan pribadi kita untuk menuliskan peluang-peluang/ide-ide yang tiba-tiba muncul ketika kita sedang mencatat atau mendengarkan pembicaraan. Kolom "kesempatan" ini bisa menjadi harta karun kita untuk menyusun ide-ide/gagasan-gagasan baru.

2. Menyampaikan ide/gagasan.

Menyampaikan ide/gagasan juga perlu latihan. Biasanya, untuk tahap-tahap awal, kita pasti deg-deg'an dalam menyampaikan ide/gagasan. Bahkan, bisa jadi ada bisikan di hati, "Wah, ideku tidak menarik", "Kok sepertinya ideku tidak begitu relevan ya", dan lain-lain. Jika ada perasaan semacam itu, tidak apa-apa, itu wajar ... apalagi baru pertama kali menyampaikan ide di forum. 

Hanya, yang menjadi poin pentingnya adalah beranilah menyampaikan ide, dan jangan menganggap ide itu buruk. Keputusan tidak diambil dari satu ide saja. Semua ide yang disampaikan akan diterima, dipertimbangkan, dipertajam, bahkan dikembangkan sehingga menjadi ide yang dirasa bisa mengakomodasi kebutuhan. Jangan malu menyampaikan idemu! 

Berlatihlah menyampaikan idemu! Latihan demi latihan akan menolong kita semakin kritis dalam melihat setiap topik/konteks pembicaraan sehingga dapat melatih pikiran kita untuk kreatif menemukan solusi demi solusi juga.
 
3. Menyediakan diri untuk menolong/ambil bagian.

Tidak dimungkiri bahwa mungkin masih tetap ada karyawan yang sangat sulit menemukan ide-ide baru ("brainstorming")  atau menyampaikan idenya untuk menolong kemajuan perusahaan. Jika kita memiliki rekan sekerja seperti ini, kita bisa mendorongnya untuk lebih melibatkan diri dengan cara yang lain terlebih dahulu. 

Jika sulit untuk memberi ide-ide baru, setidaknya bisa didorong untuk mengambil bagian dalam tahapan selanjutnya -- merealisasikan ide atau ikut berpartisipasi dalam proses pengerjaannya. Ikut menyediakan diri dan mau mengambil bagian dalam mengerjakan tahapan-tahapannya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Jadi, jangan pesimis ya! Selalu ada kesempatan jika kita mau belajar dan menjadi berguna bagi perusahaan.

4. Menciptakan kesempatan.

Salah satu hal baik yang bisa kita lakukan bagi perusahaan adalah menciptakan kesempatan. Untuk menolong rekan-rekan sekerja kita yang terbilang pasif, kita bisa menciptakan kesempatan bagi mereka untuk berkembang. Salah satu caranya adalah dengan mengajak mereka pergi bersama, bukan untuk urusan kerja dan dilakukan di luar jam kerja. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x